JAKARTA, iNews.id - Harga minyak mentah dunia menurun tipis pada perdagangan hari Rabu (10/8/2022) setelah rilis data industri Amerika Serikat (AS) menunjukkan adanya kenaikan persediaan. Hal ini menandai adanya potensi permintaan yang tersendat.
Data perdagangan hingga pukul 09:52 WIB di Intercontinental Exchange (ICE) menunjukkan minyak mentah Brent kontrak Oktober turun 0,26 persen di 96,06 dolar AS per barel.
Kementerian ESDM Perketat Pengawasan Tambang Batu Bara, IUP Tak Cukup untuk Mulai Operasi
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) mencatat untuk pengiriman Oktober tertekan 0,33 persen menjadi 89,37 dolar AS per barel.
Mengutip Reuters, stok minyak mentah AS dari data American Petroleum Institute (API) naik sekitar 2,2 juta barel pada akhir pekan lalu per 5 Agustus. Sejumlah analis memperkirakan ada penurunan 400.000 barel dalam persediaan minyak mentah. Di tengah volatilitas harga, pasar menantikan rilis resmi persediaan minyak dari pemerintah AS.
Kisah Pengusaha yang Sukses Kembali setelah Alami Kegagalan
Sejak awal pekan ini harga minyak berada di level yang lebih rendah setelah ada kekhawatiran atas resesi menyusul kabar ekspor penangguhan minyak dari pipa Druzhba Rusia ke Eropa yang transit di Ukraina.