Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cek Stok BBM di Jateng, Bahlil: Doakan Pemerintah Bisa Jaga Harga Minyak
Advertisement . Scroll to see content

Harga Minyak Merosot Lebih dari 2 Persen

Senin, 24 Februari 2020 - 08:47:00 WIB
Harga Minyak Merosot Lebih dari 2 Persen
Harga minyak turun. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SINGAPURA, iNews.id - Harga minyak jatuh lebih dari 2 persen Senin (24/2/2020). Pasal, investor khawatir tentang permintaan terhadap wabah virus korona, yang menyebar dengan cepat di luar China.

Mengutip Reuters, minyak mentah Brent turun 1,50 dolar AS atau 2,5 persen menjadi 57,00 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka AS turun 1,26 dolar AS atau 2,3% persen menjadi 52,12 dolar AS.

Kekhawatiran tentang virus korona meningkat pada Minggu setelah peningkatan tajam dalam infeksi di Korea Selatan, Italia dan Iran.

Pemerintah Korea Selatan menerbitkan status siaga tinggi setelah jumlah infeksi melonjak hingga lebih dari 600 orang dengan enam meninggal.  Sementara di Italia, para pejabat otoritas setempat mengatakan, orang ketiga yang terinfeksi virus telah meninggal, karena jumlah kasus melonjak hingga di atas 150 dari hanya tiga sebelumnya.

"Kita seharusnya tidak meremehkan gangguan ekonomi karena penyebaran ini dapat memicu penurunan aktivitas bisnis besar-besaran di seluruh dunia dengan proporsi yang belum pernah dihadapi dunia sebelumnya," kata Stephen Innes, kepala strategi pasar di AxiCorp.  

China, konsumen energi terbesar di dunia, akan menyesuaikan kebijakan untuk membantu meredam pukulan terhadap ekonomi dari wabah virus korona yang masih berusaha dikendalikan oleh pihak berwenang, kata Presiden Xi Jinping pada Minggu.

Sementara itu, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman memastikan sebuah laporan media bahwa Riyadh sedang mempertimbangkan jeda dari aliansi OPEC+ dengan Rusia tidaklah benar.

Komentarnya mengikuti laporan Wall Street Journal yang mengatakan Arab Saudi mempertimbangkan untuk meninggalkan aliansi OPEC+ karena wabah virus korona China berkontribusi terhadap penurunan permintaan minyak global.

Di Amerika Serikat, jumlah rig minyak, indikator produksi di masa mendatang, naik untuk minggu ketiga berturut-turut. Produsen minyak menambahkan satu rig minyak pekan lalu, sehingga jumlah totalnya menjadi 679, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut