Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pedagang Daging Jakarta Mogok Jualan Protes Harga Naik, Ini Respons Pramono
Advertisement . Scroll to see content

Harga Tahu Tempe Naik, Pedagang Sebut Pembeli Tak Ada yang Komplain

Senin, 28 Februari 2022 - 16:48:00 WIB
Harga Tahu Tempe Naik, Pedagang Sebut Pembeli Tak Ada yang Komplain
Pedagang tahu tempe kembali berjualan setelah sempat melakukan aksi mogok jualan. Meski begitu, hal tersebut tak mempengaruhi jumlah pembeli. (Foto: Advenia Elisabeth/MPI)
Advertisement . Scroll to see content

BEKASI, iNews.id - Pedagang tahu tempe kembali berjualan setelah sebelumnya sempat melakukan aksi mogok jualan. Meski harga tahu tempe mengalami kenaikan, hal tersebut tak mempengaruhi jumlah pembeli.

Salah satu pedagang tahu tempe di Pasar Tambun, Bekasi, Malik mengaku sudah mulai berjualan sejak Kamis (24/2/2022) lalu. Harga tahu yang dia jual kini naik Rp100 per potong, sementara tempe naik Rp1.000 per 500 gram.

"Saya kemarin ikutan mogok jualan tiga hari. Jualan lagi hari Kamis. Harganya juga udah naik semua. Tahu naik Rp100 per potong, kalau tempe naiknya Rp1.000 yang ukuran 500 gram," ujar Malik saat ditemui MNC Portal Indonesia, Senin (28/2/2022).

Malik menambahkan, saat ini pembeli sudah paham dengan situasi yang sedang terjadi. Dia menyebut saat menyampaikan perubahan harga kembali, tidak ada yang komplain.

"Mereka (pembeli) udah paham. Jadinya harga tahu tempe naik, enggak komplain. Pembelian juga sudah biasa. Nggak ada pengurangan karena mahal," kata dia.

Senada dengan Malik, pedagang tahu tempe lain, Baron mengatakan bahwa harga tahu tempe di lapaknya mengalami kenaikan.

"Udah naik harganya. Tempe naik Rp1.000. Biasa saya jual Rp5.000 sekarang Rp6.000. Tahu naik Rp50 perak" ucap Baron. 

Dia menambahkan, kenaikan harga tahu tempe tersebut tidak memberatkan konsumennya. Pasalnya, pelanggan setianya seperi pedagang pecel lele, bakso maupun pedagang makanan lainnya tetap membeli dengan jumlah yang mereka inginkan tanpa mengeluhkan perubahan harga yang terjadi. 

"Pembeli juga nggak masalah. Harganya masih terjangkau. Kitanya juga ngimbangin," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut