Hebat, Toko Kelontong SRC Sumbang Rp 69,3 Triliun untuk PDB di 2020
JAKARTA, iNews.id - Hasil kajian lembaga survei menunjukan omzet toko kelontong SRC berkontribusi sebesar Rp 69,3 triliun per tahun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ritel nasional Tahun 2020.
Menurut Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS), Rima Tanago, kajian yang dilakukan perseroan bekerja sama dengan lembaga survei juga menunjukkan perubahan positif yang dirasakan pemilik toko kelontong terhadap kenaikan transaksi penjualan hingga 58 persen dan omzet yang meningkat hingga 54 persen setelah bergabung dengan SRC. Bahkan, tercatat sebanyak 84 persen pemilik toko kelontong SRC mendapatkan sumber penghasilan utamanya dari SRC.
“Kami menyaksikan perkembangan toko kelontong di Indonesia, bagaimana mereka ingin terus berperan aktif dalam membangkitkan ekonomi. Toko kelontong SRC akan terus bergerak produktif, terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang dekat dan berdampak untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Rima, di Jakarta, Selasa (4/5/2021).
Komisaris PT SRCIS, M. Arsjad Rasjid P.M, mengatakan dengan berbasis segmentasi pasar, yakni masyarakat dari lingkungan sekitar, toko kelontong mampu menjadi penyelamat perekonomian di tengah krisis.
Menurut dia, toko kelontong menjadi warisan budaya yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun lalu, termasuk toko kelontong SRC.
Melihat rekam jejak dan pengalaman panjang toko kelontong dalam menggerakkan ekonomi baik di daerah maupun nasional, SRCIS, komunitas toko kelontong masa kini, berinisiatif menghadirkan kampanye #DekatBerdampak.
Kampanye ini merupakan lanjutan dari program SRCIS sebelumnya, untuk memperkuat semangat pelaku UMKM dalam menghadapi situasi ketidakpastian.
“Atas dasar itulah kami menghadirkan kampanye #DekatBerdampak. Filosofi ini diambil karena toko kelontong SRC hadir secara dekat dan menciptakan multiplier effect secara luas bagi masyarakat sekitarnya," ujar Arsjad.
Saat ini Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan rancangan peta jalan pengembangan koperasi dan UMKM masa depan di 2021-2024.
Harapannya, peta jalan ini akan dijadikan acuan bagi seluruh koperasi dan UMKM, termasuk toko kelontong untuk bangkit, naik kelas dan memberikan dampak signifikan kepada masyarakat luas.
Terkait dengan itu, Rima mengatakan, rangkaian kampanye #DekatBerdampak merupakan penegasan kontribusi SRCIS untuk mendukung Pemerintah dalam memajukan ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan bangsa. Hal ini menjadi sangat penting, mengingat saat pandemi Covid–19, sektor UMKM terkena imbas secara signifikan.
“Kami bersyukur toko kelontong SRC memiliki ketahanan menghadapi krisis dan terus menjalankan aktivitasnya didukung penjualan secara digital yang memampukan jangkauan dan akses masyarakat lebih terbuka dan luas. SRCIS siap menjadi bagian dari program Pemerintah yakni pemulihan ekonomi nasional melalui toko kelontong,” ujar Rima.
Selama 12 tahun, SRCIS sebagai bagian dari pelaku UMKM di Indonesia juga turut serta mengoptimalkan kehadiran dan peran toko kelontong bagi kehidupan masyarakat. Saat ini, jaringan SRCIS mencapai lebih dari 130.000 toko dan menyebar di seluruh wilayah di Indonesia. Pernyebaran SRC adalah di 408 kabupaten/kota di 34 Provinsi di seluruh Indonesia.
Editor: Jeanny Aipassa