Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ritel dan UMKM Bersanding, Aprindo Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Tebus Murah Disebut Haram, Aprindo Minta Masyarakat Bijak

Jumat, 12 November 2021 - 19:10:00 WIB
Heboh Tebus Murah Disebut Haram, Aprindo Minta Masyarakat Bijak
Ilustrasi program "Tebus Murah" di salah satu supermarket. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) angkat bicara soal program promosi "Tebus Murah" dari sejumlah  ritel/minimarket yang menghebohkan masyarakat karena disebut haram. 

Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey, mengatakan program promosi purchase to purchase alias tebus murah ini, sudah puluhan tahun dijalankan oleh perusahaan ritel. Hanya nama programnya saja yang bisa berbeda antar peritel.

Namun pada prinsipnya program purchase to purchase atau tebus murah adalah program penggabungan promosi agar dua produk atau lebih bisa mendapatkan benefit.

"Aprindo meminta masyarakat dapat bijak dalam menanggapi isu program promosi tebus murah yang dikutip haram oleh seorang netizen," kata Roy dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (12/11/2021).

Ia menjelaskan, program Tebus Murah diberikan, agar konsumen dapat menikmati harga lebih murah bahkan gratis dari suatu pembelian karena adanya subsidi dari pemasok.

"Subsidi promosi ini yang kami kembalikan ke masyarakat agar mendapatkan harga murah. Saya tidak melihat ada kerugian pada pihak manapun, bahkan masyarakat bisa dapat produk-produk kebutuhan sehari-hari yang lebih murah seperti minyak goreng maupun produk lainnya," ujar Roy.

Promosi ini, lanjutnya, lazim dijalankan dan pada pelaksanaannya juga tidak ada paksaan kepada konsumen. Sehingga tidak serta-merta program Tebus Murah disebut haram

Roy berharap media massa maupun media sosial dapat lebih jernih dalam memberikan informasi kepada masyarakat dan tidak terbawa berita viral di media sosial yang akan berdampak merugikan bagi pengusaha maupun konsumen.

"Apalagi di kondisi saat ini peritel mulai bangkit setelah hampir dua tahun mengalami penurunan penjualan karena pandemi Covid-19," tutur Roy. 

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut