Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KPK Lelang Barang Sitaan 33 Perkara Korupsi, Mobil Lexus hingga Tas Branded
Advertisement . Scroll to see content

Hengkang dari Rusia, IKEA Bakal Jual Pabrik hingga PHK Karyawan

Kamis, 16 Juni 2022 - 08:29:00 WIB
Hengkang dari Rusia, IKEA Bakal Jual Pabrik hingga PHK Karyawan
IKEA menyampaikan bakal menjual pabrik, menutup kantor, dan mengurangi 15.000 karyawannya di Rusia. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

STOCKHOLM, iNews.id - IKEA menyampaikan bakal menjual pabrik, menutup kantor, dan mengurangi 15.000 karyawannya di Rusia. Hal ini dilakukan peritel asal Swedia ini untuk menghentikan operasinya setelah invasi Moskow ke Ukraina.

Mengutip Reuters, rencana tersebut dilakukan setelah IKEA menutup toko sementara dan menghentikan pengadaan di Rusia. Langkah ini mengikuti eksodus perusahaan massal ketika perusahaan-perusahaan Barat bergegas untuk mematuhi sanksi Barat dan di tengah ancaman Kremlin akan menyita aset asing.

IKEA sebelumnya memastikan terus membayar karyawannya di Rusia hingga akhir Agustus mendatang. Perusahaan menyampaikan, tidak melihat kemungkinan untuk melanjutkan penjualan di negeri beruang merah. 

Pemilik IKEA, Ingka Group saat ini mulai mencari pembeli untuk empat pabriknya dan menutup secara permanen dua kantor pembelian dan logistik di Moskow dan Minsk, serta memangkas staf.

Diketahui, IKEA memiliki 15.000 karyawan di negara tersebut, 12.500 di antaranya bekerja di Ingka Group yang memiliki semua toko IKEA di Rusia.

"Sayangnya, situasinya belum membaik dan perang yang menghancurkan terus berlanjut. Bisnis dan rantai pasokan di seluruh dunia telah terkena dampak besar dan kami tidak melihat kemungkinan untuk melanjutkan operasi dalam waktu dekat," tulis Ingka Group dalam sebuah pernyataan dikutip, Kamis (16/6/2022).

Ingka Group, salah satu pemilik pusat perbelanjaan terbesar di dunia tetap membuka 14 malnya di Rusia dengan merek 'MEGA'. Perusahaan mengatakan, ingin memastikan orang memiliki akses ke kebutuhan dasar, termasuk pakaian, bahan makanan, dan apotek, tetapi terus mengevaluasi situasi.

Langkah tersebut sejauh ini berbeda dari beberapa perusahaan besar Barat lainnya, seperti McDonald's dan produsen mobil Prancis, Renault yang telah menjual aset mereka kepada pembeli lokal dan keluar dari negara itu sepenuhnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut