Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Libur Panjang Maret 2026, Wisatawan Diimbau Pesan Akomodasi Bali dari Sekarang!
Advertisement . Scroll to see content

Hotel Babak Belur, Pengusaha Berharap pada Vaksin Covid-19

Jumat, 30 Oktober 2020 - 08:12:00 WIB
Hotel Babak Belur, Pengusaha Berharap pada Vaksin Covid-19
Industri hotel yang saat ini tertekan dinilai baru akan pulih ketika vaksin Covid-19 tersedia. (Foto: ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kinerja industri perhotelan tertekan akibat pandemi Covid-19. Sektor usaha yang selama ini menggantungkan bisnis pada waktu-waktu tertentu tersebut diprediksi kehilangan momen libur panjang akhir tahun.

Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Sudrajat mengatakan, tingkat keterisian (okupansi) kamar hotel pada libur panjang kali ini naik menjadi 50-60 persen dari rata-rata selama pandemi 30 persen. Angka itu tergantung lokasi hotel apakah di tempat wisata atau tidak.

Menurut Sudrajat, okupansi tersebut belum maksimal karena biasanya libur panjang hotel terisi penuh. Dia memprediksi resesi ekonomi yang terjadi saat ini bakal membuat banyak hotel gulung tikar karena pemasukan tak cukup.

"Ya otomatis banyak hotel yang akan tutup karena percuma juga buka kalau tidak ada pengunjung jadi ini bisa membebani keuangan negara. Daerah yang bakal tutup itu hotelnya pada tempat pariwisata," katanya saat dihubungi, Jumat (30/10/2020).

Pemerintah telah memberikan insentif untuk mengurangi beban industri perhotelan. Salah satunya penundaan pembayaran pajak, termasuk pajak bumi dan bangunan pedesaan perkotaan (PBB-P2).

Insentif yang diberikan, kata Sudrajat, hanya sementara. Industri hotel baru akan pulih ketika vaksin Covid-19 tersedia. Vaksin tersebut bisa membuat pengunjung kembali percaya diri untuk beraktivitas, termasuk menginap di hotel.

"Jadi ini yang kami butuhkan adalah ketersediaan vaksin agar kita sebagai industri hotel bisa kembali pulih," katanya.

Jika vaksin gagal, kata dia, maka banyak hotel yang akan tutup. "Selain itu kalau hotel yang banyak tutup otomatis para pekerja bakal banyak dirumahkan. Karena tidak ada pemasukan sama sekali," kata Founder De Solo Boutique Hotel and Restaurant itu.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut