IATA Bakal Akuisisi Perusahaan Jasa Reparasi Pesawat
JAKARTA, iNews.id - PT Indonesia Air Transport and Infrastructure Tbk (IATA) berencana mengambil alih PT Global Maintenance Facility (GMF), perusahaan yang bergerak di bidang jasa reparasi pesawat. Proses akuisisi itu akan dilakukan dalam waktu dekat.
Wakil Direktur Utama IATA, Wishnu Handoyono mengatakan, perusahaan di bawah naungan MNC Group itu akan mengakusisi GMF pada tahun ini. Dia yakin proses akuisisi tidak terlalu rumit.
"Karena itu bukan transaksi yang material dan nilainya juga tidak terlalu besar, langsung kita akan laksanakan setelah RUPS ini selesai," ujar Wishnu usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di MNC Financial Center, Jakarta, Rabu (19/6/2019).
Wishnu mengatakan, proses pengambilalihan GMF oleh IATA akan menggunakan skema debt to equity swap karena GMF memiliki utang Rp3,8 miliar kepada IATA. Aksi korporasi tesebut dipastikan membuat IATA menjadi pemegang saham mayoritas GMF.
"Kita convert (utang) jadi equity. Jadi ada saham baru. Kita ambil alih saham perusahaan itu senilai 87 persen," ujar dia.
Wishnu optimistis akuisisi ini merupakan langkah yang tepat sebagai ekspansi bisnis IATA yang selama ini memiliki bisnis inti berupa pelayanan jasa angkutan udara bagi industri. Dia yakin, GMF akan memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan IATA.
Pada 2018, kinerja perusahaan dengan kode emiten IATA itu cukup tertekan seiring lesunya industri pertambangan yang menjadi pelanggan utama. Selain memberikan tambahan pendapatan IATA, GMF akan menekan biaya reparasi pesawat IATA.
"Dia sudah berdiri sejak 2008. Saya kira market share-nya juga cukup bagus. Di Halim sebagai homebase-nya mereka dan juga sudah pernah banyak kerja sama juga dengan IATA," ucap dia.
Editor: Rahmat Fiansyah