IMF Setujui Dana Talangan Rp45,12 Triliun untuk Bantu Ekonomi Pakistan
ISLAMABAD, iNews.id - Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui pemberian dana talangan sebesar 3 miliar dolar AS atau setara Rp45,12 triliun kepada Pakistan yang tengah dilanda krisis ekonomi. Kesepakatan ini masih perlu disetujui oleh dewan pemberi pinjaman global.
Mengutip BBC, Negara Asia Selatan itu menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak merdeka dari Inggris pada 1947.
Untuk membantu mengamankan kesepakatan, bank sentral Pakistan menaikkan suku bunga ke rekor tertinggi 22 persen pada hari Senin lalu.
Perekonomian Pakistan yang tengah berjuang setelah selama bertahun-tahun salah kebijakan keuangan tengah terdesak oleh krisis energi global dan banjir dahsyat yang melanda negara itu pada tahun lalu.
Kapal Selam Hilang saat Eksplorasi Bangkai Titanic Bawa Miliarder Pakistan dan Inggris
"Perekonomian telah menghadapi beberapa guncangan eksternal seperti bencana banjir pada tahun 2022 yang berdampak pada kehidupan jutaan orang Pakistan dan lonjakan harga komoditas internasional setelah perang Rusia di Ukraina," ujar Kepala Misi IMF untuk Pakistan, Nathan Porter dikutip, (1/7/2023).
Krisis Ekonomi Mereda, Sri Lanka Cabut Batasan Impor 286 Barang
Setelah disetujui di tingkat staf, kesepakatan ini biasanya diberikan oleh Dewan Eksekutif IMF. Dewan diharapkan mempertimbangkan kesepakatan dalam beberapa minggu mendatang.
Tingkat inflasi tahunan Pakistan mencapai rekor tertinggi baru di bulan Mei nyaris menyentuh 38 persen. Negara berpenduduk lebih dari 230 juta orang ini telah berjuang selama bertahun-tahun untuk menstabilkan perekonomiannya.
Kongres Sepakati Penangguhan Plafon Utang AS, Biden: Kita Terhindar dari Krisis Ekonomi
Tahun ini cadangan devisa negara turun ke tingkat yang mencakup kurang dari tiga minggu impor.
Pendanaan 3 miliar dolar AS, yang akan tersebar selama sembilan bulan, lebih tinggi dari yang diharapkan. Pakistan tengah menunggu pelepasan sisa 2,5 miliar dolar AS dari paket dana talangan 6,5 miliar dolar AS yang disepakati pada 2019.
Selama setahun terakhir, mata uang rupee Pakistan telah turun sekitar 40 persen terhadap dolar AS.
Editor: Aditya Pratama