Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Uni Eropa Kutuk Serangan dan Desak Penyelidikan
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia-Vietnam Tetapkan Target Perdagangan Bilateral Rp233 Triliun

Kamis, 22 Desember 2022 - 13:56:00 WIB
Indonesia-Vietnam Tetapkan Target Perdagangan Bilateral Rp233 Triliun
Presiden Jokowi dan Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc melakukan pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, menyepakati target perdagangan bilateral Rp233 triliun. YouTube Sekretariat Presiden
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc melakukan pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, hari ini, Kamis (22/12/2022). Dalam pertemuan itu, kedua negara menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral antara kedua negara pada 2028 mendatang. 

"Vietnam merupakan mitra strategis Indonesia sejak tahun 2013. Dan pada pertemuan tadi kita telah membahas berbagai peningkatan kemitraan strategis baik secara bilateral maupun kawasan," kata dia dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/12/2022).

Dia menuturkan, dalam konteks kerja sama bilateral beberapa hal telah dibahas. Pertama terkait upaya peningkatan perdagangan kedua negara.

"Target perdagangan 10 miliar dolar AS pada tahun 2023 telah tercapai di tahun 2021 dengan angka 11,06 miliar dolar AS. Dan dalam 5 tahun terakhir terdapat peningkatan perdagangan sebesar 9,77 persen," ujarnya. 

"Untuk itu kita sepakat menetapkan target baru perdagangan bilateral sebesar 15 miliar dolar AS (Rp233 triliun) pada tahun 2028," imbuh dia.

Dia menuturkan, Indonesia juga meminta perhatian terhadap masih terhambatnya produk pertanian dan buah-buahan Indonesia untuk masuk ke pasar Vietnam.

Sementara pembahasan kedua mengenai perlindungan investasi Indonesia di Vietnam. Diasangat mengapresiasi kepercayaan pemerintah Vietnam kepada perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Vietnam.

"Akumulasi investasi Indonesia di Vietnam mencapai lebih 600 juta dolar AS dalam 101 proyek. Saya mengharapkan penyelesaian beberapa isu yang dialami investor Indonesia yang akan mendorong investasi baru di masa mendatang," ujarnya Jokowi.

Selain itu, juga membahas penguatan kerja sama di bidang energi bersih dan di bidang energi baru terbarukan. Dia menyambut baik penandatanganan MOU kerja sama energi dan sumber daya mineral antara Indonesia dan Vietnam.

"Hal ini dapat mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga matahari, tenaga hidrogen dan smart grid. Saya juga menyambut baik kolaborasi Vietnam dengan perusahaan BUMN dan perusahaan-perusahaan di Indonesia," tuturnya.

Kerja sama lainnya, terkait peningkatan konektivitas kedua negara. Jokowi berharap agar kedua negara dapat mengembalikan arus lalu lintas barang dan wisatawan seperti masa prapandemi.

Dia mengatakan, rute penerbangan langsung antar pusat-pusat bisnis dan pariwisata kedua negara harus di revitalisasi. 

"Maskapai dari kedua negara diharapkan dapat memfinalisasi rencana rute penerbangan baru dari Danang ke Denpasar dan Ho Chi Minh ke Jakarta maupun penambahan rute penerbangan Jakarta ke Ho Chi Minh," ucap Jokowi.

Di samping itu, juga dibahas mengenai perundingan zona ekonomi eksklusif republik Indonesia dan Vietnam. Setelah melakukan perundingan intensif selama 12 tahun, Indonesia dan Vietnam akhirnya dapat menyelesaikan perundingan garis batas ZEE kedua negara.

Sementara itu, Indonesia hari ini telah berhasil menyepakati tiga MOU mengenai kerja sama energi dan sumber daya mineral, kerja sama penanggulangan terorisme, dan kerja sama pemberantasan perdagangan ilegal narkotika.

"Dan saya berharap kerja sama perikanan dan  pemberantasan IUU Fishing dapat diperkuat melalui percepatan finalisasi MoU kerja sama kelautan dan perikanan," ucapnya.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut