Industri Ritel Lesu, Hero Tutup 26 Toko dan PHK 532 Karyawan

Rully Ramli ยท Minggu, 13 Januari 2019 - 12:59 WIB
Industri Ritel Lesu, Hero Tutup 26 Toko dan PHK 532 Karyawan

ilustrasi. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) menutup 26 toko sejak 2014 menyusul lesunya industri ritel di dalam negeri. Keputusan tersebut berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 532 karyawan.

Corporate Affairs GM Hero, Tony Mampuk mengatakan, langkah itudiambil karena perusahaan ingin melakukan efisiensi. Pasalnya, kinerja Hero tak kunjung membaik.

Hingga kuartal III-2018, penjualan Hero mencapai Rp9,85 triliun, turun 1 persen dibandingkan perioden yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut tidak terlepas dari lesunya bisnis makanan meski perlahan diimbangi oleh bisnis nonmakanan.

“Perusahaan saat ini sedang menghadapi tantangan bisnis khususnya dalam bisnis makanan, oleh karena itu kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa yang akan datang” ujar Tony, dikutip Minggu (13/1/2019).

Dia menjelaskan, efisiensi tersebut berdampak pada 532 karyawan yang bekerja di toko yang ditutup. Toko-toko yang ditutup bergerak di bisnis makanan yang dinilai tidak bekerja maksimal.

Tony menyebut, penjualan bisnis makanan hingga kuartal III-2018 turun sekitar 6 persen sehingga membuat kerugian operasional membengkak dari Rp79 miliar menjadi Rp163 miliar.

"Kami mengeluarkan surat (PHK) kepada karyawan yang tokonya ditutup, yang artinya toko tersebut rugi dan perusahaan tidak mungkin menanggung beban jika tidak ada keuntungannya," ucap dia.

Tony mengatakan, saat ini Hero tetap memiliki 448 toko yang beroperasi di Indonesia. Toko itu terdiri dari 59 Giant Extra, 96 Giant Express, 31 Hero Supermarket, Giant Mart, 258 Guardian Health & Beauty, dan 1 toko IKEA.


Editor : Rahmat Fiansyah