Ini Jadwal Lengkap Rights Issue IATA
JAKARTA, iNews.id – PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) memulai penawaran umum terbatas (rights issue) atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) setelah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Melalui rights issue tersebut, IATA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 14.840.555.748 Saham Seri B yang ditawarkan sebesar Rp180 dengan rasio 10:13. Artinya, 10 Saham yang dimiliki berhak untuk mendapatkan 13 HMETD.
Selain itu, perseroan akan memberikan tambahan hak dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.968.111.149 Waran Seri I, dimana setiap 5 saham hasil pelaksanaan HMETD melekat 1 Waran Seri I dengan harga Rp210.
Manajemen IATA menargetkan rights issue tersebut menghasilkan dana sebanyak-banyaknya Rp2,671 triliun. "Setelah dilaksanakannya Rights Issue ini, IATA akan dimiliki langsung oleh PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT)," bunyi pernyataan resmi manajemen IATA, dikutip Selasa (18/10/2022).
Adapun pelaksanaan rights issue IATA dimulai pada Senin (17/10/2022), dengan cum HMETD dijadwalkan pada 25 Oktober 2022, hingga distribusi saham dimulai pada 2-15 November 2022.
Berikut jadwal lengkap rights issue IATA:
- 17 Oktober 2022, pernyataan efektif dari OJK
- 25 Oktober 2022, cum HMETD
- 27 Oktober 2022, recording date
- 31 Oktober 2022 - 11 November 2022, perdagangan HMETD
- 2-15 November 2022, distribusi saham
- 16 November 2022, penjatahan saham tambahan
- 18 November 2022, distribusi saham tambahan
Sedangkan jadwal perdagangan Waran Seri I dimuulai pada 31 Oktober 2022 hingga 27 Oktober 2025, dengan periode pelaksanaan pada 2 Mei 2023 hingga 30 Oktober 2025.
Seperti diketahui, IATA mengalihkan pilar bisinis utamanya yang sebelumnya bergerak pada bidang pengangkutan udara niaga dan jasa angkutan udara, menjadi perusahaan yang bergerak di bidang energi dan investasi.
Hal itu diawali dengan mengakuisisi 99,33 persen saham BCR yang merupakan perusahaan induk dari 8 perusahaan batu bara yang berlokasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Dengan 1,6 milyar MT sumber daya batu bara yang dimiliki BCR, IATA melakukan langkah strategis memanfaatkan momentum meningkatnya permintaan batu bara dan kenaikan harga komoditas batu bara.
Manajemen IATA memandang penajaman fokus menjadi perusahaan energi dan investasi, khususnya di sektor batu bara, dapat membantu mendongkrak prospek bisnis Perseroan.
Editor: Jeanny Aipassa