Ini Produk Indonesia yang Siap Banjiri Pasar Tiongkok
JAKARTA, iNews.id - Berbagai produk Indonesia siap membanjiri pasar Tiongkok. Adapun hal ini setelah adanya kesepakatan antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok untuk melakukan kerja sama bisnis yang dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Letter of Intent (LoI) senilai 1,43 miliar dolar AS.
Adapun berbagai produk Indonesia tersebut di antaranya nanas kaleng, manggis, produk buah lainnya, sarang burung walet, kopi, produk pertanian, makanan dan minuman, elektronik, pasir kuarsa, dan kayu ringan (balsa wood).
Penandatanganan MoU dan LoI ini merupakan tindak lanjut dari Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DE) 2021 yang digelar pada 21 Oktober-4 November 2021 secara interaktif dan secara showcase akan berakhir pada 20 Desember 2021.
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan, penandatanganan kerja sama menjadi batu loncatan untuk meningkatkan pertumbuhan perdagangan dan mengembangkan hubungan kemitraan antara Indonesia dan Tiongkok.
Chord Gitar dan Lirik Lagu Kemarin Seventeen, Kenangan Terakhir Kehilangan Orang Dicintai
“Melalui kesepakatan dagang ini diharapkan kedua pihak dapat saling bersinergi untuk mendorong peningkatan nilai perdagangan kedua negara,” ujar Jerry, dikutip, Kamis (2/12/2021).
Jerry mengapresiasi KBRI Beijing yang telah melakukan sosialisasi, promosi, dan penjajakan bisnis sebagai tindak lanjut gelaran TEI-DE 2021. Sebelumnya, pameran ini telah menghasilkan berbagai kesepakatan dan komitmen dagang antara pelaku usaha Indonesia dengan mitranya.
Man City Taklukkan Aston Villa, Steven Gerrard Rasakan Kekalahan Pertama di Liga Inggris
Di antaranya, penandatanganan MoU dengan pelaku usaha Tiongkok untuk produk bambusae concretio silicea (bahan baku herbal tradisional China) senilai 100 juta dolar AS saat pembukaan TEI-DE pada 21 Oktober lalu.
Selain itu, penandatanganan MoU untuk beragam produk senilai 150 juta dolar AS di KBRI Beijing pada 11 November 2021.
“Saya menyampaikan selamat kepada perusahaan Indonesia yang telah berhasil mencapai kesepakatan bisnis dan mengapresiasi importir Tiongkok yang telah berkomitmen membangun bisnis jangka panjang dengan Indonesia,” ucap Jerry.
Dalam laporannya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi mengungkapkan, hingga saat ini gelaran TEI-DE 2021 telah mencatatkan transaksi lebih dari 6 miliar dolar AS. Pada gelaran ini, transaksi dengan mitra dagang Tiongkok telah mencapai 1,78 miliar dolar AS atau 29,6 persen dari total transaksi.
“Keberhasilan transaksi TEI yang telah melampaui target merupakan berkat kerja keras berbagai pihak, termasuk Perwakilan Perdagangan RI yang berhasil menjaring buyer. Diharapkan perolehan transaksi akan semakin besar di masa yang akan datang,” ucap Didi.
Pada periode Januari-September 2021 total perdagangan Indonesia Tiongkok mencapai 75,88 miliar dolar AS, naik 50,92 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Tiongkok tercatat sebesar 36,29 miliar dolar AS sedangkan impor Indonesia dari Tiongkok sebesar 39,49 miliar dolar AS.
Produk/komoditas ekspor utama Indonesia ke Tiongkok diantaranya nikel, batubara, lignite, minyak nabati, dan baja. Sementara impor Indonesia dari Tiongkok diantaranya suku cadang alat transmisi, vaksin, produk dan suku cadang elektronik, bawang putih, serta produk besi baja.
Editor: Aditya Pratama