Iran Naikkan Harga Minyak Mentah untuk Pembeli Asia
TEHERAN, iNews.id - Perusahaan minyak nasional Iran, National Iranian Oil Company (NIOC) menaikkan harga jual resmi (OSP) minyak mentah untuk pembeli Asia pada bulan September 2022. Kebijakan ini dipicu adanya kenaikan harga minyak global.
Mengutip dari Tehran Times, Minggu (14/8/2022), kenaikan OSP mempengaruhi harga jual untuk tiga grade minyak Iran, yakni Light, Heavy, dan Forouzan.
NIOC menetapkan harga untuk grade Light sebesar 9,5 dolar AS per barel, di atas rata-rata harga minyak dari Oman atau Dubai, naik 0,6 dolar AS dari bulan sebelumnya.
Sedangkan untuk grade Heavy dan Forouzan juga ditetapkan masing-masing sebesar 6,3 dolar AS per barel dan 6,4 dolar AS per barel, masih di atas rata-rata harga Oman atau Dubai. Keduanya meningkat sebesar 0,7 dolar AS dan 0,75 dolar AS dibandingkan harga bulan sebelumnya.
Saudi Aramco Catat Laba Rp709 Triliun di Semester I 2022, Naik 90 Persen
Untuk diketahui, Iran telah berhasil mengirimkan ekspor minyaknya ke pasar global di tengah gempuran sanksi Amerika Serikat (AS). Selama setahun terakhir, ekspor minyak mentah Iran meningkat secara signifikan.
Sempat Alami Bangkrut, Pengusaha Ini Raup Miliaran dari Jualan Kue
Lonjakan permintaan membuat NIOC terus menggenjot produksi mereka. Menteri Perminyakan, Javad Oji sebelumnya mengatakan, produksi minyak negara itu meningkat hampir ke level sebelum sanksi diterapkan, sebesar 3,8 juta barel per hari (bph).
“Kami berharap melalui dukungan semua pihak di sektor ini, akan mampu mencapai angka yang lebih tinggi dalam ekspor minyak mentah, kondensat gas, produk minyak, dan petrokimia," ucap Oji.
AS Curiga Rusia Dapat Pelatihan Drone di Iran untuk Perang Ukraina
Oji memastikan Iran akan terus memacu produksi, sembari terus membangun infrastruktur dan melakukan modernisasi fasilitas.
"Dengan kapasitas produksi minyak saat ini, kami tidak memiliki masalah dalam kinerja dan volume produksi," tuturnya.
Wow! Rusia Kasih Diskon Minyak Mentah Ural hingga Lebih dari Setengah Harga di Eropa
Editor: Aditya Pratama