Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kabar Baik, Bantuan Pangan Beras dan Minyakita Segera Disalurkan ke 33,2 Juta KPM
Advertisement . Scroll to see content

Jabodetabek Bakal Dibanjiri 35.000 Ton Beras

Jumat, 13 Januari 2023 - 19:44:00 WIB
Jabodetabek Bakal Dibanjiri 35.000 Ton Beras
Jabodetabek bakal dibanjiri 35.000 ton beras. Foto: Advenia E
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menyatakan, Perum Bulog akan menggelontorkan 35.000 ton beras di Jabodetabek. Beras ini nantinya disalurkan ke pasar-pasar wilayah tersebut untuk menjaga stabilitas harga. 

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, beras tersebut tak sepenuhnya berasal dari beras impor, tapi campuran dari beras lokal. 

"Beras 35.000 ton itu bukan hanya dari beras impor, jadi campur-campur. Ada beras dalam negeri, kemudian ada beras luar negeri," kata dia di Jakarta, Jumat (13/1/2023). 

Dia menjelaskan, dalam penyaluran beras tersebut, Bulog akan memberikan kepada pedagang seharga Rp8.300 hingga Rp8.900 per kilogram (kg). Pedagang selanjutnya akan menjual ke tingkat konsumen maksimal Rp9.450 per kg. 

"Untuk penyaluran CBP ini nanti dilakukan melalui proses Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)," ujarnya. 

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo menjelaskan, dalam penyalurannya akan dipastikan sampai ke pedagang. Ada dua institusi yang membantu, yakni Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (Koppic), dan Persatuan Penggilingan Padi (Peradi).

Sementara itu, Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Mokhamad Suyamto mengatakan, beras impor tahap kedua yang ditargetkan pemerintah sebanyak 300.000 ton akan datang pada Februari 2023. Pada tahap pertama, rencananya akan ada 15.000 ton dari Vietnam. 

"Seluruhnya akan datang, jadi nanti sampai dengan akhir Januari yang izin pertama 200.000 ton selesai, yang penugasan tahap 2 sampai dengan Februari minggu ketiga berdatangan sampai nanti 28 Februari," ucapnya.

Dia menjelaskan, pengiriman beras impor tahap kedua ini akan dilakukan secara bertahap. pasalnya, kapasitas muatan kapal tidak memumpuni jika berlayar sekaligus dan itu akan menambah beban biaya yang lebih tinggi lagi. 

"Kenapa tidak sekaligus, kan perlu waktu pemuatan dan disini kita pembongkaran di Priok tidak bisa sekaligus memang harus mengatur ritmenya. Karena kalau menumpuk baik dipemuatan maupun pembongkaran disini nanti ada biaya tinggi, kapal menunggu. Jadi Kita mengatur supaya semuanya berjalan lancar," tutur dia.

Arief menegaskan bahwa pelaksanaan impor beras ditargetkan bisa rampung sebelum panen raya di dalam negeri. 

"Planning-nya begini, Maret-April kita panen raya tidak boleh lagi impor masuk. Kemudian stok yang ada di sini (gudang Bulog) sampai dengan panen raya itu lepas untuk stabilisasi. Kalau ini tidak dilepas maka Bulog itu tahun depan akan punya stok yang tahun ini, kita enggak mau kaya gitu, kita mau berubah," kata dia.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut