Jadi Penggerak UMKM, Wirausaha Perempuan Mampu Himpun Modal Usaha Hingga Rp2 Triliun
JAKARTA, iNews.id – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menyatakan wirausaha perempuan menjadi penggerak UMKM di Indonesia. Secara nasional, wirausaha perempuan mampu menghimpun modal usaha hingga Rp2 triliun.
“Secara nasional (akumulatif, Red) wirausaha perempuan dapat menghimpun modal usaha mencapai lebih dari Rp2 triliun, dengan volume usaha mencapai Rp2,4 triliun, dan mampu menyerap anggota sebanyak 663.000 wanita,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SesmenkopUKM), Arif Rahman Hakim, di Jakarta, Kamis (23/12/2021).
Menurut dia, dari 65 juta UMKM di Indonesia, 64,5 persen dikuasi kaum perempuan atau ibu. Angka ini menunjukkan perempuan atau ibu adalah kaum yang berdaya dan berperan sangat penting untuk perekonomian dirinya, keluarga, bahkan untuk negara.
Dia menyampaikan, sejak dulu tulang punggung perekonomian Indonesia adalah UMKM. Mereka adalah pedagang kecil, wirausahawan yang berasal dari usaha keluarga, salah satunya Perempuan/Ibu.
“Saya mengucapkan terimakasih atas kontribusi Perempuan/Ibu yang sudah menjadi pahlawan, mengambil bagian dalam perekonomian nasional,” ungkap Arif.
Selain semangat berwirausaha, lanjutnya, besarnya dominasi Perempuan/Ibu sebagai pelaku UMKM dan besarnya semangat perempuan berhimpun dalam wadah koperasi menunjukkan, bahwa perempuan mampu sejajar dengan para laki-laki untuk turut serta memajukan perekonomian bangsa dan negara.
Hal ini tercermin dari cukup besarnya jumlah Koperasi Wanita aktif saat ini yaitu sebanyak 11.199 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dia menjelaskan, Perempuan/Ibu memiliki potensi yang luar biasa, dan tidak dapat terpisahkan dari upaya memajukan peradaban di Indonesia. Ia mengajak para pemangku kepentingan untuk terus mendorong potensi yang luar biasa ini agar dapat semakin lebih maju lagi.
Untuk itu menurutnya, perencanaan program di tingkat Pemerintah Pusat maupun Daerah, dalam pengarusutamaan gender menjadi bagian yang tidak dapat terlewatkan.
“Perspektif gender menjadi bagian penting, agar intervensi program pemerintah tidak mengesampingkan perempuan hanya sebagai penerima manfaat program saja, namun memandang perempuan sebagai agen atau pemeran krusial untuk memajukan perekonomian, sosial, dan budaya,” ujar Arif.
Saat ini, lanjutnya, Kementerian Koperasi dan UKM memiliki 4 strategi dalam upaya penguatan Kewirausahaan, UMKM dan koperasi yang terdiri dari Transformasi Usaha Informal ke Formal, Transformasi ke dalam Rantai Pasok, Modernisasi Koperasi, dan Pertumbuhan Wirausaha Produktif.
Dia menjelaskan, segala bentuk program pemerintah, baik itu peningkatan kapasitas SDM, pelatihan, pendampingan, fasilitasi akses pembiayaan, fasilitasi bantuan hukum, dan lainnya, selalu diperuntukkan bagi siapapun yang memiliki keinginan untuk mau berkembang bersama.
“Saya menghimbau untuk seluruh wanita khususnya para ibu yang hadir dalam acara ini untuk terus menumbuhkan semangat berwirausaha agar memperoleh kehidupan yang lebih baik,” tutur Arif.
Editor: Jeanny Aipassa