Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perusahaan Baja Israel Dibuat Bangkrut Turki gegara Perang Gaza, Rugi Ratusan Miliar
Advertisement . Scroll to see content

JCPenney Ajukan Bangkrut, 800 Toko Bakal Ditutup

Minggu, 17 Mei 2020 - 21:10:00 WIB
JCPenney Ajukan Bangkrut, 800 Toko Bakal Ditutup
Department Store JC Penney. (Foto: Forbes)
Advertisement . Scroll to see content

PLANO, iNews.id - JC Penney resmi mengajukan bangkrut. Kinerja keuangan jaringan ritel pakaian asal Amerika Serikat (AS) tersebut tertekan wabah virus corona (Covid-19).

Dilansir Sky News, Minggu (17/5/2020), JC Penney akan menutup lebih dari 800 toko sebagai konsekuensi dari pengajuan bangkrut kepada Pengadilan AS. Penutupan toko itu karena perusahaan mengambil pasal 11 yang memungkinkan perusahaan mereorganisasi dirinya untuk memenuhi kewajiban utang.

JC Penney menjadi perusahaan ritel keempat di Amerika yang mengajukan bangkrut sejak pandemi. Sebelumnya ada Neiman Marcus, J.Crew, dan Stage Stores yang melakukan hal serupa.

"Pandemi virus corona telah menciptakan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi keluarga , orang-orang yang kami cintai, komunitas, dan negara kami," kata CEO Penney, Jill Soltau.

Menurut Soltau, pandemi virus corona membuat industri ritel AS menghadapi realita baru yang menyulitkan. Dengan begitu, perusahaan yang telah berdiri sejak 118 tahun lalu itu terpaksa mengambil jalur tersebut.

Analis tak yakin JC Penney bisa kembali bangkit meskipun berhasil mengurangi utang-utangnya dengan menutup toko. Masyarakat menengah ke bawah menjadi kelompok yang terdampak paling keras dari wabah.

"Ini cerita yang panjang dan menyedihkan. Penney tak menawarkan alasan cukup mengapa konsumen harus berbelanja di sana, daripada di Macy's atau TJ Maxx atau Walmart. Bagaimana mereka bisa bertahan?," kata Ken Perkins, Presiden Retail Metrics, sebuah firma riset di AS.

Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS, lebih dari 36 juta warga AS mengajukan tunjangan pengangguran sejak Maret. Saat ini, jumlah pengangguran di Negeri Paman Sam mencapai 14,7 persen, terburuk sejak Krisis Besar 1930.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut