Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rismon Sianipar Temui Gibran usai Minta Maaf ke Jokowi: Silaturahmi Aja
Advertisement . Scroll to see content

Jokowi Bawa Oleh-oleh Investasi Ratusan Triliun usai Bertemu Joe Biden, Apa Saja?

Selasa, 14 November 2023 - 21:40:00 WIB
Jokowi Bawa Oleh-oleh Investasi Ratusan Triliun usai Bertemu Joe Biden, Apa Saja?
Jokowi bertemu Joe Bidden di Amerika Serikat (Dok. ist)
Advertisement . Scroll to see content

Washington DC, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di White House, Washington DC pada hari ini (14/11). Pertemuan mereka pun menghasilkan sejumlah komitmen dan program investasi.

"Hal ini akan menandai era baru antara kita, dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia secara keseluruhan, yang akan mempengaruhi segalanya. Hal ini mencakup peningkatan kerja sama keamanan, khususnya keamanan maritim. Hal ini juga mencakup perluasan kerja sama kita untuk membangun rantai pasokan yang aman dan tangguh. Hal ini termasuk memperdalam kolaborasi kita untuk memerangi krisis iklim," ujar Biden dalam sambutan resminya.

Berdasarkan lembaran fakta resmi dari website White House (whitehouse.gov), berikut adalah komitmen investasi AS ke perusahaan-perusahaan berkembang RI demi memajukan kesejahteraan.

  • 1. Development Finance Corporation (DFC)

Lembaga DFC akan menyediakan pendanaan baru sebesar 131 juta dolar AS atau Rp2 triliun dengan perhitungan kurs Rp15.700 per dolar AS. Pendanaan ini akan digunakan untuk dua tujuan, yaitu:

a. Meningkatkan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi melalui penjaminan pinjaman kepada Bank Sampoerna untuk mendukung pinjamannya kepada usaha mikro, kecil, dan menengah;

b. Memberikan pinjaman langsung untuk memperluas pinjaman keuangan mikro Amartha Nusantara Raya kepada pengusaha di pedesaan di Indonesia, yang secara khusus ditargetkan pada bisnis yang dimiliki dan dijalankan oleh perempuan.

  • 2. ExxonMobil

Pemerintah Indonesia berencana untuk menggandeng ExxonMobil dalam investasi yang mencapai 15 miliar dolar AS untuk meningkatkan pertumbuhan industri dan mendorong dekarbonisasi di Indonesia dan berpotensi di seluruh Indo-Pasifik, termasuk penilaian bersama oleh ExxonMobil dan Pertamina mengenai potensi pusat penyerapan karbon jauh di bawah tanah di Laut Jawa, yang dapat menampung setidaknya tiga miliar metrik ton karbon dioksida.

  • 3.  The U.S. Trade and Development Agency (USTDA)

USTDA akan mendukung hibah kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menilai kelayakan komersial dan teknis penerapan teknologi jaringan akses radio terbuka (Open RAN) untuk menyediakan konektivitas digital bagi sekitar 1.621 desa yang belum terlayani di seluruh Indonesia.

Dalam pernyataan resmi tersebut, AS dan Indonesia bermaksud bermitra untuk menciptakan rantai nilai semikonduktor global yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan, dimulai dengan peninjauan terhadap ekosistem semikonduktor Indonesia saat ini, kerangka peraturan, serta kebutuhan tenaga kerja dan infrastruktur untuk mendasari kolaborasi kita dalam mengembangkan sektor penting ini AS juga bermaksud bermitra dengan asosiasi industri untuk memimpin delegasi perdagangan perusahaan semikonduktor AS ke Indonesia.

Selain itu, Departemen Perdagangan AS bermaksud untuk bermitra dengan Indonesia dalam sebuah inisiatif baru dengan para pemangku kepentingan pariwisata untuk lebih memperkuat perjalanan dan pariwisata antara kedua negara, terutama di bidang bisnis, pendidikan, dan rekreasi.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut