Jokowi: Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital dalam 15 Tahun ke Depan

Antara ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 13:26 WIB
Jokowi: Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital dalam 15 Tahun ke Depan

Presiden Joko Widodo. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia defisit sumber daya manusia (SDM) di sektor ekonomi digital. Dia mengungkapkan kebutuhan talenta digital dalam 15 tahun ke depan mencapai sembilan juta orang.

Presiden menyebut Indonesia membutuhkan rata-rata 600.000 talenta digital setiap tahun. Tingginya kebutuhan tersebut selaras dengan upaya pemerintah mendorong transformasi cara kerja ke ranah digital di semua sektor.

“Untuk melakukan transformasi digital, negara kita membutuhkan talenta digital sebanyak kurang lebih sembilan juta orang untuk 15 tahun ke depan. Ini perlu betul-betul sebuah persiapan,” katanya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (8/3/2020).

Presiden menekankan upaya transformasi digital harus terus dilanjutkan. Situasi pandemi Covid-19 yang mengubah cara setiap orang untuk bekerja, dan berinteraksi dapat dijadikan momentum untuk akselerasi cara kerja menuju ekosistem digital.

“Karena di masa pandemi maupun next pandemi mengubah secara struktural, cara kerja, cara beraktivitas, cara berkonsumsi, cara belajar, cara bertransaksi yang sebelumnya offline dengan kontak fisik menjadi lebih banyak ke online dan digital,” tuturnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menilai, upaya transformasi digital perlu perencanaan yang matang mulai dari kebijakan yang suportif hingga upaya peningkatan kapasitas infrastruktur digital ke berbagai daerah. Dia meminta transformasi digital dipercepat karena memengaruhi daya saing di kancah internasional.

“Survei lembaga IMD World Digital Competitiveness pada 2019, negara kita masih di peringkat 56 dari 63 negara. Memang kita di bawah sekali lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga kita di ASEAN, misalnya Thailand di posisi 40, Malaysia di posisi 26, Singapura di posisi nomor dua,” ujarnya.

Editor : Rahmat Fiansyah