Jokowi Pamer Potensi RI di APEC CEO Summit: Ini Waktu yang Tepat Berinvestasi di Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak investor dunia agar berinvestasi di Indonesia. Hal itu disampaikan Kepala Negara kepada para pebisnis di gelaran APEC CEO Summit, San Francisco, Amerika Serikat (AS) Kamis kemarin.
Jokowi mengatakan Indonesia memiliki potensi yang besar baik kekayaan sumber daya alam (SDA), bonus demografi, pasar yang besar, stabilitas ekonomi terjaga, hingga stabilitas politik yang terjaga.
Selain itu, Indonesia juga memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif.
“Paling penting komitmen kuat untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif,” ujar Jokowi dikutip Sabtu, (18/11/2023).
Jokowi Dorong Percepatan Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Peru
Menurutnya, Indonesia merupakan pilihan yang tepat dan menjanjikan bagi para investor untuk berinvestasi.
Jokowi menilai hal tersebut salah satunya dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi akan tumbuh dengan baik. Di mana, IMF memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 5 persen di tahun 2023 dan di tahun 2024 diperkirakan 5,1 persen.
MIND ID jadi Pemegang Saham Terbesar, Presiden Jokowi Gelar Pertemuan dengan Bos Vale
“IMF memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 5 persen di tahun 2023 dan di tahun 2024 diperkirakan 5,1 persen,” bebernya.
Untuk itu, eks Gubernur DKI Jakarta memaparkan sejumlah sektor prioritas Indonesia yang dapat menjadi peluang investasi bagi para investor, salah satunya adalah sektor hilirisasi industri. Terlebih, cadangan nikel yang dimilik Indonesia sangat besar sehingga bisa mendukung ekosistem kendaraan listrik terintegrasi.
“Menargetkan memproduksi 600.009 mobil listrik di 2030, yang akan kita mulai tahun depan,” ucap dia.
Presiden berharap para pebisnis APEC dapat menjadi bagian dalam proses tersebut. Sektor lain yang menjadi prioritas Indonesia adalah dalam hal transisi energi.
Menurutnya, saat ini Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) sebesar 3.600 gigawatt dan juga sedang membangun Green Industrial Park seluas 30 ribu hektare.
“Di mana untuk pengembangannya dibutuhkan investasi, dibutuhkan pengetahuan, dibutuhkan teknologi terkini untuk menghasilkan nilai tambah sekaligus mensejahterakan masyarakat secara berkelanjutan,” sambungnya.
Tak lupa, Jokowi mengatakan bahwa yang prioritas Indonesia saat ini adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun dengan konsep kota pintar berbasis hutan dan alam. Ia menilai dalam pembangunan IKN tersebut memiliki potensi investasi yang terbuka dalam sejumlah sektor.
“70 persen area hijau, 80 persen transportasi publik berbasis energi hijau yang terbuka di berbagai sektor, infrastruktur, transportasi, teknologi, pendidikan, energi, keuangan, pariwisata, kesehatan, dan perumahan,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, dengan melihat peluang dan sejumlah sektor prioritas tersebut, Presiden mengajak seluruh pebisnis yang hadir dalam APEC CEO Summit untuk dapat berinvestasi di Indonesia.
“Ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia dan saya harap Bapak Ibu dapat memanfaatkan peluang ini dengan lebih agresif dan lebih cepat,” kata dia.
Editor: Puti Aini Yasmin