Jokowi Restui AP II Dapat Tambahan Suntikan Modal Rp881 Miliar

Suparjo Ramalan, Rina Anggraeni ยท Senin, 27 Juli 2020 - 19:15:00 WIB
Jokowi Restui AP II Dapat Tambahan Suntikan Modal Rp881 Miliar
Pemerintah menambah Penyertaan Modal Negara (PMN) PT Angkasa Pura II (Persero) alias AP II senilai Rp881 miliar. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menambah Penyertaan Modal Negara (PMN) PT Angkasa Pura II (Persero) alias AP II senilai Rp881 miliar. Penambahan dana tersebut diterbitkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan PT Angkasa Pura II.

Dalam PP yang ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 16 Juli 2020 ini, disebutkan penambahan suntikan modal untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha AP II.

PP menyebutkan perlu penambahan PMN ke dalam modal saham perusahaan perseroan yang berasal dari pengalihan barang milik negara pada Kementerian Perhubungan yang pengadaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1998, 1999, 200l, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, dan 2017.

"Ini untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha perusahaan perseroan PT Angkasa Pura II," tulis aturan dikutip di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Adapun rincian dan nilai tambahan suntikan modal mulai dari hasil pekerjaan Satuan Kerja Bandar Udara Fatmawati Soekarno di Bandar Udara Sultan Thaha-Jambi senilai Rp49 miliar dan Peralatan Fasilitas Bantu Pendaratan Rp2,75 miliar.

Kemudian, ada traktor lima unit senilai Rp2,73 miliar, kendaraan bermotor khusus untuk pemeliharaan 1 unit Rp 407 juta, bangunan gedung kantor 1 unit Rp183 juta, hingga Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 1 unit Rp37 juta.

Sebelumnya, pemerintah juga telah merealisasikan PMN kepada tiga BUMN lain seperti PT Hutama Karya (Persero,) sebesar Rp3,5 triliun; kemudian PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sebesar Rp9,36 triliun, serta PT Permodalan Nasional Madani (PNM) senilai Rp 1 triliun. Kemudian jika ditotalkan PMN dari ketiga BUMN tersebut mencapai Rp14,13 triliun.

Editor : Dani Dahwilani