Kemenko Marves Beberkan Langkah Pemerintah Dongkrak Ekonomi Biru RI
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah terus mengakselerasi ekonomi biru di Tanah Air, berbagai strategi pun dilakukan otoritas. Salah satunya, keterlibatan Indonesia dalam perumusan Pedoman Strategis Pembiayaan Biru atau Blue Strategic Financing Document.
Dokumen itu kemudian dijadikan salah satu acuan bagi Indonesia ketika meluncurkan sovereign blue bond alias surat obligasi biru pertama kali pada 2023 lalu.
Menurut Deputi bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Jodi Mahardi, keberhasilan Indonesia meluncurkan obligasi biru dapat menjadi cetak biru bagi negara lain, khususnya negara-negara Archipelagic and Island States (AIS) untuk memanfaatkan potensi pembiayaan berkelanjutan.
Dia memastikan, Indonesia tetap melakukan akselerasi atas implementasi ekonomi biru. Karena itu, berbagai pihak pun dijadikan mitra bagi pemerintah.
Kemenko Marves Kembangkan Ekonomi Biru di Papua Nugini, Apa Itu?
“Indonesia sangat aktif mendukung dan bekerja sama dengan berbagai forum dan organisasi internasional dan regional untuk memastikan upaya bersama dalam memajukan ekonomi biru secara global,” ucap Jodi Mahardi dikutip Selasa (23/1/2024).
Kawal Implementasi Ekonomi Biru, KKP Optimalkan Pengawasan Terintegrasi di 2024
Salah satu mitra yang dijalani pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) adalah negara-negara AIS. Di mana, melalui AIS Forum otoritas melihat isu krusial di bidang kemaritiman dan upaya konservasi ekosistem laut.
Misalnya, AIS Forum dan Kemenko Marves ikut berpartisipasi pada gelaran Bali Ocean Days yang di inisiatif oleh Sky Blue Sea Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada upaya perlindungan ekosistem laut dan promosi ekonomi biru.
Kegiatan tersebut berlangsung di Bali sejak 19-20 Januari 2024. Dalam gelaran itu, akademisi asal IPB University, Luky Adrianto mengatakan, selama beberapa tahun terakhir, AIS Forum secara intensif mengembangkan Blue Economy Development Index (BEDI).
BEDI merupakan sebuah alat ukur yang bisa digunakan untuk melihat capaian pengembangan ekonomi biru di suatu negara. Terutama, negara AIS.
“BEDI bisa menjadi acuan yang bagus untuk menakar regenerasi ekonomi biru berkelanjutan, mengingat bahwa negara-negara pulau dan kepulauan memiliki potensi yang cukup besar di sektor ekonomi biru ini,” tutur dia.
Untuk diketahui, dikembangkan sejak 2018, BEDI saat ini telah mencapai tahap akhir dalam proses simplifikasi alat ukur agar lebih mudah digunakan secara global, khususnya untuk negara pulau dan kepulauan.
Sebagai sebuah forum global yang fokus dalam mengadvokasi isu dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat kepulauan, pengembangan BEDI oleh AIS Forum diharapkan bisa menjadi salah satu medium bagi negara-negara AIS untuk menganalisis performa ekonomi biru.
Editor: Puti Aini Yasmin