Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tren Belanja Emas Meningkat, Jangan Asal Beli Ini Hal Harus Diperhatikan
Advertisement . Scroll to see content

Kementerian ESDM Proyeksikan Investasi Hilir Migas Capai Rp131 Triliun di 2022

Sabtu, 20 November 2021 - 10:00:00 WIB
Kementerian ESDM Proyeksikan Investasi Hilir Migas Capai Rp131 Triliun di 2022
Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan investasi hilir minyak dan gas (migas) mencapai 9,181 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp131 triliun pada 2022. 

Menurut Koordinator Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Direktorat Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, Muhidin, proyeksi tersebut seiring dengan berkembangnya industri migas di Indonesia, sehingga proyek hilir migas diharapkan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Dia menyebutkan, pemerintah telah memproyeksikan investasi hilir migas pada 2021 mencapai 4,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp62,785 Triliun. Selanjutnya pada 2023 sebesar 11,22 miliar dolar AS atau Rp160,102 triliun, dan 10,77 miliar dolar AS atau Rp153,680 triliun pada 2024. 

"Investasi hilir migas akan terus tumbuh hingga Tahun 2024. Ini tentunya menjadi peluang bagi stakeholder migas untuk terlibat di hilir migas," ujar Muhidin, dikutip dari laman resmi Ditjen Migas Kementerian ESDM, Sabtu (20/11/2021).

Dia menjelaskan, realisasi investasi hilir migas hingga kuartal III tahun 2021, masih didominasi oleh bidang pengangkutan migas sebesar 1,176 miliar dolar AS. Selanjutnya investasi di bidang pengolahan, penyimpanan dan niaga.

Sejumlah proyek hilir migas yang menjanjikan, antara lain proyek kilang minyak dan petrokimia yang saat ini tengah berjalan dan diharapkan rampung mulai 2022 hingga 2027 mendatang. 

Investasi lima proyek peningkatan kapasitas kilang eksisting (Refinery Development Master Plan/RDMP) dan satu kilang minyak baru (Grass Root Refinery/GRR) diperkirakan 43 miliar dolar AS. 

Adapun total kapasitas setelah seluruh proyek GRR dan RDMP on stream sebesar 1,4 juta barel per hari dan produksi produk BBM menjadi 1,2 juta barel per hari.

"Kilang-kilang minyak ini nantinya akan menghasilkan produk BBM yang ramah lingkungan yaitu standar EURO V. Saat ini dari kilang yang ada, BBM yang diproduksi standar EURO II," kata Muhidin.

Pemerintah juga tengah mengkaji pemanfaatan Dymethil Ether (DME) sebagai substitusi LPG yang saat ini mayoritas diimpor. DME terutama akan dimanfaatkan untuk wilayah Sumatera.

Proyek lainnya adalah pemanfaatan B30 untuk menekan impor BBM. Implementasinya untuk tahun 2021, telah ditetapkan 20 BU BBM dan 22 BU BBN dengan alokasi FAME sebesar 9,2 juta KL dengan titik serah sebanyak 82 titik. Mandatori B30 ini diperkirakan menghemat uang negara sebesar 2,98 miliar.

Pemerintah juga terus meningkatkan pemanfaatan gas bumi melalui pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas). Hingga tahun 2020, telah terbangun 696.011 sambungan rumah (SR) di mana sebanyak 535.555 SR (76,9 persen) dibangun Pemerintah dengan dana APBN yang tersebar di 17 provinsi, 53 kabupaten/kota

Selain itu, Pemerintah telah menugaskan PLN dan Pertamina untuk mengkonversi penggunaan BBM menjadi LNG untuk pembangkit listrik di 52 lokasi pembangkit milik PT PLN (Persero). Oktiani Endarwati

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut