Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahlil Buka Suara soal Negara Tetangga WFH demi Hemat BBM, RI Mau Ikut?
Advertisement . Scroll to see content

Kementerian Investasi Catat Nilai Kolaborasi Perusahaan Besar dengan UMKM Capai Rp2,7 Triliun

Sabtu, 18 Desember 2021 - 18:30:00 WIB
Kementerian Investasi Catat Nilai Kolaborasi Perusahaan Besar dengan UMKM Capai Rp2,7 Triliun
Penandatanganan Komitmen Kerja Sama dalam Rangka Kemitraan Usaha Besar dengan UMKM di Hotel Mulia Resort, Nusa Dua, Bali, Sabtu (18/12/2021).
Advertisement . Scroll to see content

BALI, iNews.id - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berhasil meningkatkan kolaborasi perusahaan besar dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan nilai komitmen Rp2,7 triliun. Adapun capaian ini merupakan program kolaborasi penanaman modal asing (PMA)/penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan UMKM di 2021.

Hal ini disampaikan dalam acara Penandatanganan Komitmen Kerja Sama dalam Rangka Kemitraan Usaha Besar dengan UMKM di Hotel Mulia Resort, Nusa Dua, Bali, Sabtu (18/12/2021).

Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Imam Soejoedi mengatakan, salah satu arahan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia adalah untuk meningkatkan realisasi investasi yang berkualitas, inklusif, merata dan bergeraknya sektor riil di daerah serta peningkatan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya di tingkat nasional, tetapi secara regional.

Adapun salah satu program unggulan di BPKM adalah kolaborasi PMA/PMDN dengan para pengusaha lokal, diberikan ruang dan kesempatan hingga akhirnya bekerja sama dengan perusahaan besar.

“Dari 2020 menjadi 89 perusahaan PMA/PMDN yang terdiri dari 46 PMA dan 43 PMDN, secara jumlah UMKM kami laporkan naik signifikan 95,4 persen, 196 perusahaan menjadi 383 perusahaan,” ujar Imam, Sabtu (18/12/2021).

Imam menambahkan, secara nilai kontrak kerja sama kemitraan usaha besar dengan UMKM mengalami kenaikan, dari Rp1,5 triliun pada 2020 menjadi Rp2,73 triliun pada 2021.

Dia bersyukur karena hampir 80 persen sudah berkontrak, dan 20 persen sedang proses kontrak, karena saat ini sebagian besar pra kontrak karena prosesnya di 2022. Diketahui, pada 2020 ada kolaborasi 56 usaha besar dengan 196 UMKM.

Menurutnya, program-program Menteri Investasi dalam dua tahun ini sudah membuat terobosan luar biasa dan out of the box. Bahkan, Menteri Investasi sendiri yang memimpin langsung dan memberikan kepercayaan kepada jajarannya untuk mendorong dan mengeksekusi program-program yang telah dicanangkan.

“Sebagai contoh pertama, pada saat relokasi investasi, pak menteri telah membentuk tim khusus, Tim Mawar, diberi kepercayaan, secara langsung beliau mengawal dan diberikan kepercayaan untuk mengeksekusi langsung. Sekarang, sudah ada 23 (perusahaan) yang saat ini berinvestasi merelokasi yang awalnya dari China, Vietnam, Korea pindah ke Indonesia,” paparnya.

Kemudian, sambung dia, program-program unggulan lainnya yakni pembangunan industri Batang, baru satu-satunya sebuah kawasan yang kita bisa berkompetisi dengan Vietnam. Dan dengan APBN, hadirnya pemerintah untuk mengurangi kapex dan opex, negara-negara pesaing Indonesia. Indonesia yang biasa menjual CPO, batu bara, mining raw material, Indonesia akan mengekspor barang yang bernilai tambah tinggi.

Selain itu, dia menambahkan, ada program-program deal yang akan dieksekusi, yaitu Buton akan menjadi pusat aspal nasional, ada lumbung Maluku sebagai pusat lumbung ikan nasional, dan akan mendorong industri smelter dan industri pupuk di Papua. Serta industri hilirisasi perkebunan Pala. Juga ada dua hal yang sedang dalam proses, yakni hilirisasi dan gasifikasi batu bara kalori rendah menjadi dimethyl ether (DME) dan proyek-proyek mangkrak yang terus dilanjutkan.

“Setelah 2 tahun 1 bulan 26 hari Menteri Bahlil menjawab, program-program ini bukan hanya program untuk perusahaan PMA/PMDN saja, tapi dia menteri investasi untuk PMA/PMDN, menteri investasi untuk UMKM dan menteri investasi untuk mendorong usaha-usaha baru di Indonesia,” ucap Imam.

Direktur Utama Surveyor Indonesia, Muhammad Haris Witjaksono mengapresiasi upaya Kementerian Investasi/BKPM dalam mewujudkan upaya kolaborasi usaha besar dengan UMKM, sehingga pada 2021 ini tercapai milestone 89 perusahaan besar dan 383 UMKM dengan nilai komitmen mencapai Rp2,7 triliun.

“Kami sangat menyambut baik kepercayaan ini dan sangat berbangga karena kami dilibatkan secara aktif dalam bagian upaya percepatan pemulihan ekonomi dengan membangun jalan baru menciptakan rantai pasok industri yang sustain dari industri besar dan berasal dari UMKM yang terdekat dari industri besar tersebut,” kata Haris dalam acara.

Adapun perusahaan yang menandatangani secara langsung yakni PT. Gunung Mulia Steel dengan PT. Cakra Baldas Nusantara dan PT. Hudson Daya Samudra; Sinohydro Corporation Limited dengan PT. Cahaya Jati Mas Andalan; PT. Kenda Rubber Indonesia dengan PT. Faer Utama Raya dan PT. Menggala Berseri; PT. Supreme Energy Rantau Dedap dengan CV. Tige Talang dan CV. Agam Family; PT Sultan Raja Baginda dengan PT. Asta Jaya Lestari, PT. Yasa Nusantara Gemilang dan PT. Maha Putra Engineering; PT. Wanatiara Persada dengan CV. Tiga Putra Obi dan CV. Asnurul; PT Amman Mineral Nusa Tenggara dengan PT. Gita Usaha Madani dan PT. Dwi Kencana Sekongkang.

Kemudian, PT. Yogya Presisi Tehnikatama Industri dengan PT. Mitra Kurnia Teknik dan PT. Atmi Duta Engenering; PT. Kariangau Gapura Terminal Energi dengan CV. Anugerah Jaya dan PT. Garuda Hohan Asia; PT Yili Indonesia Dairy dengan PT. Pola Paperindo Jayatama; PT. Huadi Nickel-Alloy Indonesia dengan Peternakan Azzahra dan UPT Solo Technopark; PT. Charoen Pokphand Jaya Farm dengan CV. Berdikarya Papua; PT Master Kidz Indonesia dengan PT. Kayu Lima Utama; PT. Abaisat Raya dan PT. Duta Berlan Indonesia; dan PT. Lautindo Synergy Sejahtera dengan CV. Solusi Hutama.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut