Kereta Cepat Merah Putih Buatan INKA Mampu Melesat Hingga 200 Kilometer per Jam
JAKARTA, iNews.id - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRINS) dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia tengah melakukan riset pembuatan kereta cepat.
Humas PT INKA, Agung Pedro, mengatakan INKA ditunjuk sebagai leader untuk pengembangan Carbody dan bogie Kereta Cepat yang dinamakan Kereta Cepat Merah Putih. Adapun Kereta Cepat Merah Putih didesain dapat melaju dengan kecepatan lebih dari 200 km/jam.
"Kereta cepat ini didesain dengan kecepatan lebih dari 200 kilometer per jam," kata Agung, saat dihubungi, Jumat (6/10/2023).
Saat ini, lanjutnya, proyek Kereta Cepat Merah Putih masih dalam proses riset dan diharapkan akan selesai dalam waktu dekat. "Harapannya di akhir tahun ini atau awal tahun depan sudah muncul ptototipe carbody alumunium dan bogie framenya," ungkap Agung.
Rencana KAI agar Proyek Kereta Cepat hingga Surabaya Tak Alami Pembengkakan Biaya
Sebelumnya, berdasarkan unggahan video pada kanal YouTube resmi LPDP RI yang dikutip, Jumat (6/10/2023), Kereta Cepat Merah Putih ini akan menghubungkan Jakarta-Surabaya melalui jalur utara dengan rute Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya.
Ketua Tim Peneliti Rancang Bangun dan Proyotyping Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Agus Windharto, mengatakan proyek ini dimulai pada tahun 2019, dimana pendanaanya berasal dari Riset Inovatif Produktif (RISPRO) sebesar Rp4,89 miliar untuk 3 tahun penelitian.
Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Lewat Yogyakarta Disebut Bawa Dampak Positif bagi Pariwisata
"Pada tahun 2019, saya mendapatkan pendanaan RISPRO kompetisi untuk melakukan rancang bangun dan prototyping kereta cepat Indonesia. Pendanaannya selama 3 tahun, berhasil di tahun 2022. Namun karena ada Covid ya kita sempat diperpanjang," kata Agus.
Dia mengungkapkan, saat ini riset tersebut sudah selesai. Adapun lingkup riset rancang bangun dan proyotyping Kereta Cepat Merah Putih ini termasuk pengerjaan desain envelope cabin dan kokpit, studi human factors engineering dan ergonomics, pengujian aerodinamis, serta perancangan dan pengujian struktur carbody.
Ia menjelaskan bahwa dengan Kereta Cepat Merah Putih ini perjalanan Jakarta-Surabaya dapat ditempuh selama 3 jam 40 menit. Meski begitu ia tidak menjelaskan lebih detail berapa kecepatan kereta ini.
"Jadi Argo Bromo itu sekarang dengan kecepatan 80 hingga 120 km/jam Jakarta-Surabya yang sebelumnya 12 jam 13 jam sekarang bisa ditempuh dengan 8 jam. Dengan kereta cepat ini seandainya nanti ini diimplementasikan itu bisa ditempuh dalam waktu 3 jam 40 menit," kata Agus.
Dia menjelaskan, nantinya jika pengembangan ini berhasil dijalankan, maka industri kereta api Indonesia tidak akan lagi bergantung pada produk impor. "Misalnya kursi kereta api ya yang sekarang ini kelas eksekutif kita masih banyak impor, sleeper seat banyak impor kita sudah bisa bikin dalam negeri," kata Agus.
Editor: Jeanny Aipassa