Ketua OJK Bicara soal Perselisihan Nasabah Unit Link dan Perusahaan Asuransi

Athika Rahma ยท Kamis, 20 Januari 2022 - 19:58:00 WIB
Ketua OJK Bicara soal Perselisihan Nasabah Unit Link dan Perusahaan Asuransi
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso bicara soal perselisihan nasabah unit link dan perusahaan asuransi.

JAKARTA, iNews.id - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso bicara mengenai masalah di industri asuransi, termasuk perselisihan yang terjadi antara nasabah unit link dengan perusahaan asuransi. Dia menilai, perselisihan antara nasabah dan perusahaan merupakan hal yang biasa terjadi. 

"Dalam sejarah saya sudah 35 tahun lebih di sektor ini, selalu ada saja hal-hal kecil yang mana tidak material, baik dari jumlah maupun kompleksitasnya. Itu biasanya karena ada dispute antara nasabah dengan jasa keuangan, yang mana itu biasa," kata Wimboh dalam konferensi pers Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022, Kamis (20/1/2022).

Lebih lanjut dia mengatakan, OJK akan memberi fasilitas mediasi agar pihak yang berselisih dapat menemukan jalan keluar. Jika tidak mencapai titik temu, ada penyelesaian yang bisa dilakukan melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK), yang jika gagal juga, maka kasus bisa dibawa ke pengadilan.

"Itu kami kelola dengan baik, kita duduk bersama supaya ada solusi," ujarnya.

Menurut Wimboh, memang tidak ada penyelenggaraan jasa keuangan yang sempurna. Namun, jika ada kesalahan dari pihak tertentu, itu tidak bisa mencerminkan kinerja industri secara keseluruhan.

"Tolong ini dipandang objektif, jangan dianggap semua begitu. Itu sebagian kecil dan kami bisa menangani," ucapnya.

Adapun, perselisihan antara nasabah dan perusahaan asuransi ramai menyusul sejumlah nasabah asuransi unit link Prudential melakukan aksi demonstrasi dengan menginap di depan kantor perusahaan di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (18/1/2022) kemarin. 

Para nasabah yang mengaku menjadi korban dari produk asuransi unit link Prudential mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk menuntut pengembalian dana premi mereka secara utuh. Para nasabah menyatakan akan melakukan aksi menginap hingga Prudential mengembalikan dana mereka sepenuhnya.  

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: