Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPS: Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,35 Juta Orang per November 2025
Advertisement . Scroll to see content

Ketum ICCN: Pengangguran dan Kemiskinan Masih Muncul di Kawasan Industri

Rabu, 28 September 2022 - 14:01:00 WIB
Ketum ICCN: Pengangguran dan Kemiskinan Masih Muncul di Kawasan Industri
Ketua Umum ICCN (Indonesia Creative Cities Network), Fiki Satari, dalam Rakornas ICCN, Rabu (28/9/2022). (Foto: MPI/Iqbal Dwi Purnama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum ICCN (Indonesia Creative Cities Network), Fiki Satari, mengatakan kawasan industri seharusnya berdampak mengurangi angka pengangguran dan mengentaskan kemiskinan. Kenyataannya, isu pengangguran dan kemiskinan masih muncul di kawasan industri. 

"Misalnya di Cilegon punya Krakatau Steel, tetapi isu terbesarnya pengangguran dan tenaga kerja, masih banyak lagi kota industri, kota yang punya perushaan besar, tetapi justru isu kemiskinan, isu ketenagakerjaan menjadi problem," ujar Fiki, dalam Rakornas ICCN, Rabu (28/9/2022).

Dia mengungkapkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat per Februari 2022 setidaknya terdapat 208,54 juta orang penduduk usia kerja (PUK). 

Dari tata tersebut, 5,53 persen atau sebanyak 11,53 menjadi pengangguran dampak dari pandemi Covid 19. Namun masalah pengangguran dan kemiskinan bukan hanya disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Fiki menjelaskan, ekosistem ekonomi krestif (Ekraf) merupakan pendekatan pembangunan daerah melalui strategi literasi pada ekosistem ekraf tersebut. Terdiri dari elemen utama, yaitu SDM/Kreator, Karya/produk barang dan jasa kreatif, pasar/ruang-ruang apresiasi dan Litbang.

Oleh sebab itu, bonus demografi merupakan sebuah peluang sekaligus tantangan. Menjadi peluang yang cukup besar untuk pertumbuhan ekonomi nasional, namun bisa menjadi tantangan jika tidak mengolahnya dengan baik.

"Bonus demografi, ini adalah premis, tetapi juga justru banyak negara fail karena tidak bisa mengelolanya," kata Fiki.

"Ketika tidak tidak bisa mengelola SDM-nya, terkait future jobs, future skils, kita tidak bisa memetakan potensi terbesar Indonesia, kemudian akhirnya akan ada 17 juta Pekerjaan yang hilang di tahun 2035," ungkap Fiki.

Selain itu, lanjutnya, perkembangan dunia digital akan menciptakan sekitar 40 juta lapangan kerja baru dan memunculkan potensi ekonomi digital Rp4.500 tirliun.

"Pertanyaannya siapakah yang akan mengisi pekerjaan baru tersebut," kata Fiki.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut