Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kejagung Usut Dugaan Korupsi Dana Investasi di Kimia Farma
Advertisement . Scroll to see content

Kimia Farma Kerja Sama dengan Sinopharm Kembangkan Produksi Bahan Baku Obat

Jumat, 14 April 2023 - 17:45:00 WIB
Kimia Farma Kerja Sama dengan Sinopharm Kembangkan Produksi Bahan Baku Obat
Kerja sama PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dengan Sinopharm Internasional. (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mengembangkan produksi bahan baku obat (BBO) melalui kerja sama dengan Sinopharm Internasional. Saat ini, BUMN Farmasi tersebut telah memproduksi 14 BBO dan akan terus ditingkatkan melalui kerja sama dengan Sinopharm. 

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Direktur Utama Kimia Farma, David Utama, dan President Sinopharm International, Zhou Song, serta disaksikan oleh Direktur Utama Bio Farma Group Honesti Basyir dan Chairman of Sinopharm, Liu Jingzhen, beberapa waktu lalu.

Direktur Utama KAEF, David Utama, mengatakan kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi antara Kimia Farma dengan Sinopharm yang telah terjalin baik sewaktu penanganan Covid-19. 

"Kimia Farma mendukung ketahanan kesehatan nasional, salah satunya dengan penguatan dan percepatan Bahan Baku Obat (BBO). Saat ini Kimia Farma telah memproduksi 14 BBO dan kita akan terus tingkatkan,” ujar David Utama, dalam pernyataan dikutip Jumat (14/4/2023). 

Menurut dia, selain mengembangkan BBO, MoU antara Kimia Farma dan Sinopharm juga terkait dengan pengembangan Traditional Chinese Medicine (TCM), dan Project Platform TB.

Lebih lanjut David menyampaikan bahwa kesepakatan ini juga merupakan tindak lanjut hubungan bilateral Indonesia-China untuk meningkatkan dan mendorong transformasi industri kesehatan. 

“KAEF berkomitmen untuk memberikan produk dan layanan kesehatan terbaik. Kami akan menindalanjuti Nota Kesepahaman ini untuk mendukung program Pemerintah di bidang kesehatan dan meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia,” kata David Utama.

Dia menjelaskan, pada tahun 2022, Kimia Farma KAEF mengantongi penjualan sebesar Rp9,60 triliun, turun 25,28 persen dibandingkan dengan 2021 sebesar Rp12,85 triliun. Penjualan di dalam negeri tercatat turun 25,15 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp9,47 triliun, sedangkan penjualan ekspor turun 33,46 persen YoY dari Rp200,35 miliar menjadi Rp133,30 miliar. 

Meski demikian, sepanjang tahun 2022, KAEF telah menurunkan beban usaha sebesar 5,41 persen atau Rp189 miliar dibandingkan tahun 2021. Efisiensi beban usaha dilakukan dari sisi efisiensi beban operasional, yaitu optimalisasi biaya distribusi untuk seluruh produk.

Di samping itu, KAEF mengupayakan penurunan beban keuangan sebesar 14,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini ditopang dengan dukungan perbankan melalui penurunan suku bunga dan kredit investasi serta refinancing.

KAEF juga membukukan cashflow positif di tahun 2022. Pada akhir Desember 2022, tercatat nilai kas dan setara kas naik menjadi Rp2,15 triliun dari tahun 2021 senilai Rp748 miliar. Hal ini didukung dana dari aksi korporasi unlock value anak usaha yang dimiliki KAEF, yaitu PT Kimia Farma Apotek (”KFA”). Kepercayaan investor menjadi bukti adanya prospek positif bagi KAEF dan industri kesehatan di Indonesia.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut