Kirim Surat PHK 532 Karyawan Lewat Kurir, Hero Sebut Sah Secara Hukum

Rully Ramli ยท Minggu, 13 Januari 2019 - 14:52 WIB
Kirim Surat PHK 532 Karyawan Lewat Kurir, Hero Sebut Sah Secara Hukum

ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) memecat 532 karyawan sebagai dampak dari penutupan 24 toko sejak 2014. Perseroan membenarkan proses pemecatan dilakukan melalui surat yang dikirimkan kurir.

"Surat tercatat adalah metode resmi secara hukum dan kami pasti menggunakan metode yang resmi," kata Corporate Affairs GM Hero Supermarket, Tony Mampuk, dikutip Minggu (13/1/2019).

BACA JUGA:

Industri Ritel Lesu, Hero Tutup 26 Toko dan PHK 532 Karyawan

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia sebelumnya menuding Hero melakukan aksi PHK sepihak tanpa melibatkan serikat pekerja. Mereka juga menyebut, langkah manajemen mengirimkan surat PHK melalui kurir sebagai tindakan yang tidak beradab.

Tony mengklaim, karyawan yang diberhentikan sudah diberitahu sebelumnya. Sebagian besar karyawan disebutnya mengerti dan memahami kebijakan efisiensi yang diambil oleh manajemen Hero.

"92 persen karyawan telah menerima dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja, dan telah mendapat hak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan," ujar dia.

Tony menyebut, efisiensi dilakukan untuk memastikan bisnis Hero tetap berkelanjutan. Pasalnya, pendapatan dari lini bisnis makanan mulai turun. Hingga kuartal III-2018, pendapatan bisnis di sektor tersebut turun sehingga membuat kerugian operasional Hero membengkak lebih dari dua kali lipat.

Dia menyebut, karyawan yang dipecat sebelumnya bekerja di toko-toko Hero yang ditutup. Manajemen, kata dia, menolak untuk memutasi karyawan ke lini bisnis Hero lainnya karena akan menimbulkan persoalan baru.

"Karyawan yang ditukar pekerjaannya belum tentu sesuai dengan pekerjaan di tempat yang baru, larena variabelnya sangat banyak di antaranya kecocokan, skill, dan lain-lain," kata dia.

Tony membenarkan manajemen sempat berjanji membuka peluang mutasi karyawan yang dipecat. Namun, kerugian yang dialami sejak 2014 membuat manajemen menutup peluang tersebut.


Editor : Rahmat Fiansyah