Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fantastis! Kekayaan Elon Musk Tembus Rp12 Kuadriliun, Lampaui Ekonomi Belgia
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Graeme Hart, Mantan Sopir Truk hingga Jadi Orang Terkaya di Selandia Baru

Selasa, 03 Mei 2022 - 07:10:00 WIB
Kisah Graeme Hart, Mantan Sopir Truk hingga Jadi Orang Terkaya di Selandia Baru
Graeme Hart dikenal sebagai orang terkaya di Selandia Baru saat ini. Sebelum seperti saat ini, ternyata dia pernah menjadi pengemudi truk derek. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Graeme Hart dikenal sebagai orang terkaya di Selandia Baru saat ini. Sebelum menjadi seorang miliarder seperti saat ini, Hart ternyata pernah drop out dari sekolah menengah atas hingga menjadi tukang reparasi bodi mobil dan pengemudi truk derek.

Menurut Forbes, harta kekayaan pria kelahiran 6 Juni 1955 ini mencapai 9,6 miliar dolar AS atau setara Rp139,44 triliun. Hart merupakan pemilik Rank Group, sebuah perusahaan ekuitas swasta yang berbasis di Selandia Baru.

Dikutip dari Bloomberg Billionaires Index, mayoritas kekayaan Hart berasal dari kepemilikannya atas Rank Group, sebuah perusahaan investasi yang berbasis di Auckland. Ini mencakup empat divisi: Produk Konsumen Reynolds, Pactiv Evergreen, Kemasan Graham dan grup perlengkapan bangunan.

Hart diketahui memiliki preferensi untuk membeli suatu perusahaan yang berkinerja buruk dengan arus kas yang stabil. Kemudian, dia mengubah perusahaan tersebut melalui pengelolaan kas yang kuat dan restrukturisasi bisnis.

Awal mula bisnisnya, dia mendirikan Hart Printing Co. dengan dua karyawan pada tahun 1976. Kemudian, Hart membeli dan menggabungkan empat perusahaan persewaan pesta pada pertengahan 1980-an. Bisnis tersebut menyewakan alat makan dan perlengkapan lainnya untuk acara perusahaan dan segera menjadi monopoli. Lalu, dia menjualnya dengan mendapatkan keuntungan dan menginvestasikan kembali hasilnya ke pakaian keselamatan. 

Pada 1989, Selandia Baru menjual kantor percetakan pemerintahnya. Hart membelinya seharga 12 juta dolar AS atau setengah dari dari nilai bukunya. Dia membiayai akuisisi dengan pinjaman bank. Lalu, pada 1990, dia membeli penjual buku terbesar di Selandia Baru, Whitcoulls dengan harga sekitar 42 juta dolar AS, diikuti oleh jaringan toko lainnya di Australia. Hart mengkonsolidasikan dan menjual perusahaan-perusahaan itu untuk mendapatkan keuntungan pada 1990-an.

Selanjutnya, pada 1997, Hart membeli 20 persen saham di pembuat rempah-rempah dan ragi Australia, Burns Philip seharga 200 juta dolar AS. Perusahaan itu mengejutkan para investor dengan penurunan 73 persen dari bisnis rempah-rempahnya, sebuah langkah yang melanggar perjanjian pinjaman. 

Dalam waktu empat bulan, investasi Hart menyusut menjadi sekitar sepersepuluh dari nilai aslinya. Miliarder itu memimpin restrukturisasi, bernegosiasi dengan para bankir mengenai paket pendanaan, dan menginvestasikan 90 juta dolar AS lagi. Perusahaan tersebut membuat tawaran pengambilalihan senilai 2 miliar dolar Australia dari pembuat makanan Australia Goodman Fielder pada tahun 2002. Dia menggandakan keuntungannya sebelum dia menjual sahamnya pada tahun 2005.

Hart memulai Rank Group pada 2006 melalui akuisisi Carter Holt Harvey. Grup ini telah mengakuisisi perusahaan termasuk divisi pengemasan minuman International Paper, dan raksasa pengemasan Swiss SIG. Pada 2010, Hart membeli bisnis wadah makanan Pactiv seharga 6,5 miliar dolar AS.

Rank Group mengakuisisi total 12 perusahaan dengan nilai gabungan 14 miliar dolar AS antara 2002 dan 2012, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Grup pengemasan Rank, Reynolds Group Holdings, termasuk Graham Packaging, yang melayani Coca-Cola, Pepsico, Kraft, Heinz dan Procter & Gamble; dan Dopaco, yang memasok McDonald's, Burger King dan Wendy's.

Hart diketahui menjual raksasa pengemasan Swiss SIG Combibloc seharga 3,75 miliar euro pada 2014.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut