Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MNC University Kolaborasi Strategis dengan Pemkot dan Disdik Sukabumi, Perluas Program Beasiswa
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Sukses Mohed Altrad, Hidup Susah di Suriah Kini Jadi Konglomerat Berharta Rp50 Triliun

Minggu, 27 November 2022 - 07:40:00 WIB
Kisah Sukses Mohed Altrad, Hidup Susah di Suriah Kini Jadi Konglomerat Berharta Rp50 Triliun
Kisah sukses Mohed Altrad sebagai pengusaha yang menyediakan jasa konstruksi dan pemeliharaan di bawah bendera Altrad Group tidak diraih dengan mudah. (Foto: YouTube AltradTV)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kisah sukses Mohed Altrad sebagai pengusaha yang menyediakan jasa konstruksi dan pemeliharaan di bawah bendera Altrad Group tidak diraih dengan mudah. Kehidupan masa kecil Altrad di masa kecil ternyata sangat jauh dari kata mewah.

Pria asal Suriah ini sudah menjalani kehidupan yang keras sejak dulu. Pasalnya, Altrad sudah ditinggal oleh sang Ibu untuk selama-lamanya sejak dia balita. 

Dikutip dari berbagai sumber, Altrad menyebut, ibunya mengalami nasib yang sangat tragis. Sejak umur 12 tahun, sang ibu sudah dilecehkan dan diperkosa sebanyak dua kali oleh kepala suku. Bahkan, anak pertama ibunya yang merupakan saudara Altrad tewas dibunuh, sehingga hanya tersisa dirinya sendiri. 

Setelah ditinggal sang Ibu, Altrad tinggal bersama neneknya dan kemudian diadopsi oleh kerabat jauhnya. Setelah diadopsi, dia mulai merasakan bangku pendidikan hingga menerima beasiswa dari pemerintah untuk belajar di luar negeri. 

Usai menyelesaikan pendidikan sarjananya di Montpellier, Prancis, Mohed Altrad pindah ke Paris dan langsung mendaftar program PhD ilmu komputer. Sembari kuliah, dia juga bekerja paruh waktu sebagai insinyur tingkat pemula dengan Compagnie Générale d'Electricité.

Kemudian, setelah menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar PhD, dia melihat lowongan pekerjaan di pemerintah Abu Dhabi dan kemudian merasa tertarik dengan prospek timur tengah.

Dia kemudian bekerja untuk Abu Dhabi National Oil Company sebelum mendirikan Grup Altrad. Pekerjaannya di perusahaan tersebut merancang jaringan telekomunikasi untuk komunikasi orang-orang di anjungan minyak lepas pantai dan di darat.

Kemudian, pada tahun 1985 dia kembali ke Prancis dan kemudian membeli perusahaan mesin kontruksi yang nyaris bangkrut. Kesuksesan Mohed Altrad tidak terlepas dari kepiawaiannya untuk menangkap peluang bisnis.

Menurut data Forbes, Mohed Altrad memiliki harta kekayaan 3,2 miliar dolar AS atau setara Rp50,29 triliun.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut