Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menyambung Asa UMKM, Bangkit dari Keterpurukan bersama KUR BRI
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Surga Barang Antik di Jaksel, Berkembang dengan Dukungan KUR BRI

Minggu, 30 November 2025 - 07:23:00 WIB
Kisah Surga Barang Antik di Jaksel, Berkembang dengan Dukungan KUR BRI
Salah satu lapak yang menjual kaset hingga CD album musik di Kampoeng Gallery (foto: iNews.id/Reza Fajri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tepat di samping Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan, terdapat spot menarik tersembunyi alias hidden gem. Tempat tersebut diberi nama Kampoeng Gallery.

Kampoeng Gallery menjual berbagai barang antik buku, piringan hitam, kaset, poster, kamera lawas, jam antik hingga perhiasan vintage.

Di tengah-tengah area Kampoeng Gallery juga terdapat kedai kopi retro yang membuat tempat ini semakin artistik.

Ivan Moningka mendirikan Kampoeng Gallery sejak sekitar tahun 2010. Perjalanannya menuju dunia bisnis ini dimulai dari hobinya sejak akhir 1980-an. Saat itu, dia kerap berburu buku bekas di kawasan Kwitang.

Ivan Moningka, sang pemilik Kampoeng Gallery tengah menata barang jualannya (foto: iNews.id/Reza Fajri)
Ivan Moningka, sang pemilik Kampoeng Gallery tengah menata barang jualannya (foto: iNews.id/Reza Fajri)

Lambat laun, rumahnya dipenuhi barang-barang antik hingga istrinya mulai mempertanyakan tumpukan koleksi tersebut. Dari sanalah Ivan mulai memilah dan akhirnya menjual sebagian koleksi, sebelum mendirikan Kampoeng Gallery.

"Akhirnya saya dagang di sini. Waktu dagang di sini, responsnya juga luar biasa. Ternyata yang minatnya banyak anak muda," kata Ivan kepada iNews.id beberapa waktu lalu.

Modal Bank

Meski awalnya dibangun dari modal pribadi bersama sang istri, Ivan menyadari usahanya membutuhkan sokongan modal lebih besar. Namun, dia sempat ragu apakah usaha barang antik dapat memperoleh kredit dari bank.

Keraguan itu terjawab pada 2018, ketika Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyetujui permohonannya untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Saya sudah pakai (KUR dari) BRI 2018,” ujar Ivan.

Dia mengaku tidak menyangka bisnis kreatifnya dilirik perbankan. Menurutnya, BRI ternyata menilai langsung usaha dan interaksi pengunjung.

Kampoeng Gallery (foto: iNews.id/Reza Fajri)
Kampoeng Gallery (foto: iNews.id/Reza Fajri)

“Dari sisi bank, sangat mendukung. Bank itu yang penting dia bagaimana (niat) untuk membangun usaha. Namanya KUR, kan ada," kata Ivan.

Menurut mantan karyawan perusahaan periklanan ini, persetujuan kredit juga diberikan tanpa berbelit.

“Melihat respons orang-orang yang datang, interaksinya, sudah langsung di-ACC saya,” ujarnya.

BRI Salurkan KUR Rp147,2 Triliun ke 3,2 Juta UMKM

Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRI menegaskan kontribusi dalam mendukung agenda Asta Cita, terutama pilar penciptaan lapangan kerja berkualitas dan penguatan kewirausahaan masyarakat.

Hingga penghujung Oktober 2025, total penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp147,2 triliun kepada 3,2 juta pelaku usaha. Capaian ini merefleksikan realisasi sebesar 83,2 persen dari total kuota KUR BRI tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp177 triliun.

Besarnya realisasi tersebut juga dipicu oleh meningkatnya kebutuhan pembiayaan produktif dari UMKM di berbagai wilayah, yang membuat alokasi awal BRI, semula Rp175 triliun, ditingkatkan menjadi Rp177 triliun.

Adapun pagu KUR BRI 2025 mencakup Rp160 triliun untuk KUR Mikro (pembiayaan di bawah Rp100 juta) serta Rp17 triliun untuk KUR Kecil (pembiayaan Rp100 juta hingga Rp500 juta).

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menekankan, BRI akan terus mendukung program prioritas pemerintah, termasuk penyaluran KUR sebagai wujud implementasi Asta Cita dalam memperkuat UMKM. Langkah ini sekaligus menjadi dorongan bagi sektor riil dan penciptaan lapangan kerja di berbagai wilayah.

“BRI terus mendorong pertumbuhan sektor UMKM agar tetap sehat dan berkelanjutan sebagai tulang punggung perekonomian nasional. BRI juga memastikan program KUR berjalan optimal dengan sisa kuota sebesar Rp29,8 triliun yang siap disalurkan hingga akhir tahun 2025 untuk mendukung pertumbuhan dan pemberdayaan pengusaha UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Hery, Jumat (21/11/2025).

Sementara itu, kisah Kampoeng Gallery membuktikan bahwa hobi bisa menjadi bisnis yang berkelanjutan, terlebih jika didukung akses pembiayaan yang tepat.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut