Krakatau Steel Targetkan Kurangi 50 Persen Utang di 2022, Ini Strateginya
JAKARTA, iNews.id - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menargetkan bisa mengurangi utang sebesar 50 persen pada tahun ini. Total utang emiten baja pelat merah tersebut pada 2019-2020 mencapai 2,3 miliar dolar AS atau setara Rp35 triliun.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, ada sejumlah langkah strategi yang ditempuh perseroan agar target tersebut bisa terealisasi hingga akhir tahun ini. Strategi yang dimaksud berupa divestasi aset, cash flow perusahaan, rights issue, dan masuknya investor baru.
Untuk divestasi aset, emiten dengan kode saham KRAS ini melepas sejumlah bidang tanah hingga sahamnya. Adapun target pendanaan mencapai 300 juta dolar AS. Sementara target anggaran yang dihimpun dari cash flow perusahaan pada tahun ini sebesar 250 juta dolar AS. Dengan begitu, upaya pengurangan utang perusahaan yang bersumber dari aksi korporasi ini mencapai 524 juta dolar AS.
"Targetnya tahun ini, ini kan masih flid, dari divestasi itu kita bisa mendapatkan 300 juta dolar AS dari divestasi, dari aksi korporasi dan cash flow sekitar 250 juta dolar AS. Alokasi buat utang 524 juta dolar AS," kata Silmy saat ditemui wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (13/5/2022).
Di lain sisi, Silmy memproyeksikan perseroan bakal membukukan pendapatan tahun ini sebesar Rp37,74 triliun. Target ini sejalan dengan tren kinerja perusahaan yang terus meningkat sejak awal 2022.
Adapun pendapatan KRAS hingga April 2022 tercatat sebesar Rp13,44 triliun. Angka ini naik 39,24 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,65 triliun. Sementara, laba bersih sebesar Rp508,74 miliar atau melesat 271,69 persen dibandingkan periode yang sama 2021 senilai Rp137,22 miliar.
Silmy menuturkan, kinerja perusahaan ini menjadi sinyal positif di tengah beban utang perusahaan saat ini. "Ini adalah sinyal positif untuk kinerja Krakatau Steel ke depannya,” ujar dia.
Editor: Jujuk Ernawati