Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OJK Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Lawan Bank Besar, Bank-Bank Kecil Harus Punya Captive Market

Kamis, 29 Maret 2018 - 21:44:00 WIB
Lawan Bank Besar, Bank-Bank Kecil Harus Punya Captive Market
Ilustrasi (Foto: Ant)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba perbankan sepanjang 2017 mencapai Rp131,14 triliun, tumbuh 23 persen. Namun, kenaikan laba tersebut rupanya hanya dinikmati oleh bank-bank besar.

Bank-bank BUKU III mencatat pertumbuhan laba 33,73 persen menjadi Rp33,34 triliun. Sementara laba bank BUKU IV juga tumbuh 24,64 persen menjadi Rp86,58 triliun.

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan bank-bank BUKU I dan II yang tercatat pertumbuhan negatif. Laba bank BUKU I anjlok 16,84 persen menjadi Rp861 miliar sementara bank BUKU II juga mencatat penurunan laba 7,94 persen menjadi Rp9,5 triliun.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah, mengatakan bank-bank kecil menghadapi tantangan yang tidak mudah karena harus bersaing dengan bank-bank besar yang memiliki biaya dana lebih murah. Dengan demikian, bank-bank besar berhasil melakukan restrukturisasi kredit macet.

“Bank-bank kecil tahun lalu cenderung melakukan konsolidasi dalam pemberian kredit mereka dan karena pencadangan kerugian NPL (non performing loan) bank-bank kecil tidak besar, rata-rata di bawah 70 – 80 persen dan bahkan ada juga yg di bawah 50 persen akibatnya ketika mereka melakukan hapus buku terhadap NPL, langkah tersebut langsung menekan keuntungan mereka,” ujar Halim di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Dia juga menilai, untuk dapat bersaing dengan bank-bank besar, bank-bank kecil harus mampu menawarkan jasa keuangan yang lebih unik dan menerobos ke pasar yang juga unik.

“Bank-bank kecil, untuk bersaing, harus mampu mendapatkan captive market, seperti menjadi bank-bank yang khusus melayani pegawai perusahaan-perusahaan, klien-klien tertentu dengan jasa pelayanan serta produk yang memikat atau melayani segmen-segemn industri tertentu di mana mereka memiliki keahlian dan pengetahuan yang tidak dimiliki bank-bank lain,” kata Halim.

Dengan demikian, tambahnya, biaya operasi bank-bank kecil dapat disesuaikan dengan misi dan visi usaha agar lebih efisien.

Lebih lanjut, Halim memprediksi tahun ini industri perbankan mendapat angin segar dari kondisi ekonomi nasional yang diprediksi tumbuh lebih baik sejalan dengan perbaikan ekonomi dunia.

“Ekspansi kredit secara nasional kemungkinan akan bisa tumbuh sedikit lebih tinggi dari tahun lalu,” katanya. (Yohana Artha Uly)

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut