Lepas Jabatan Dirut Waskita Karya, Choliq: Saya Masih Ingin Istirahat
JAKARTA, iNews.id - PT Waskita Karya (Persero) Tbk baru saja merestrukturisasi jabatan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini (6/4/2018). Dalam hasil RUPST tersebut, M Cholig resmi melepasnya jabatannya sebagai Direktur Utama.
M Choliq ketika hendak memberikan keterangan persnya sempat menghela napas cukup dalam sebelum berucap kata maaf kepada awak media. "Mungkin selama ini ada yang kurang berkenan, sehingga saya atas nama direksi mohon maaf," ucapnya usai RUPST di Gedung Waskita Karya, di Jakarta, Jumat (6/4/2018).
Pria kelahiran Gresik, 12 Desember 1952 ini memilih merehatkan diri dan lebih banyak mengisi waktu luangnya di rumah. Namun, tak menutup kemungkinan ia kembali bekerja di salah satu perusahaan.
"Saya masih ingin beristirahat. Enggak tahu nanti tahun depan kita lihat, istirahat itu enak apa enggak. Kalau enggak enak ya kerja lagi," ujarnya.
Di akhir pekan nanti, Choliq juga berencana mejalankan rutinitas olahraga yang cukup digemarinya sejak dulu. "Besok main golf, mungkin setiap hari saya main golf," ujarnya sembari bercanda lagi.
Saat ini, jabatan Dirut Waskita Karya diisi oleh I Gusti Ngurah Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Dirut PT Hutama Karya (HK). Namun, masih belum diketahui kapan I Gusti Ngurah Putra efektif bekerja kembali di Waskita Karya. Pasalnya, Putra sendiri sebelumnya pernah menduduki jabatan direksi emiten berkode WSKT ini.
"Kemudian, pertanyaan kedua tentang Dirut baru kita ini berapa yang asli Waskita, berapa yang tidak asli? Yang jelas saya jamin ini 100 persen asli BUMN. Jadi, tidak ada yang di luar BUMN, semua ini berada di Kementerian BUMN," tutur Choliq.
Sementara, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang mengatakan, dalam waktu dekat ini bakal ada dua perusahaan BUMN bergerak di bidang konstruksi yang bakal kembali dirombak, yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
"Ya tentu ada karena waktunya habis, seperti Wijaya Karya dua periode. Kemudian, PP dua periode juga, pada RUPS April ini," ucapnya.
Editor: Ranto Rajagukguk