Luhut Bilang Jokowi Galau karena Tak Ada Kilang yang Dibangun

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 29 November 2018 - 13:47 WIB
Luhut Bilang Jokowi Galau karena Tak Ada Kilang yang Dibangun

Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan menjadi pembicara dalam acara Pertamina Energy Forum (PEF) 2018 di Jakarta, Kamis (29/11/2018). (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan galau karena selama memerintah sejak 2014, tidak ada pembangunan kilang minyak. Padahal, konsumsi BBM terus naik sehingga impor tidak terkendali.

"Pembangunan kilang penting. Presiden (Jokowi) pun galau, karena sudah empat tahun jadi presiden belum ada yang jadi pembangunan kilang," kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan dalam Pertamina Energy Forum di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Luhut mengatakan, PT Pertamina (Persero) telah merencanakan enam pembangunan kilang minyak, baik kilang baru maupun revitalisasi kilang yang sudah lama. Menurutnya, progres enam kilang minyak tersebut berjalan lamban.

Kendati demikian, Mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura itu berharap Pertamina benar-benar mewujudkan pembangunan enam kilang tersebut. Selain kilang, kata dia, keberadaan industri petrokimia di sekitar kilang juga penting untuk menekan impor.

"Saya minta jangan mundur lagi, karena saya sudah tiga tahun dorong petrokimia yang dari Taipei tidak jalan-jalan," kata dia.

Di Indonesia, industri petrokimia belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Akibatnya, banyak bahan baku yang diimpor dari luar dan menekan neraca transaksi berjalan. Apalagi, saat ini pemerintah tengah menggenjot penggunaan sawit sebagai campuran solar sebanyak 20 persen (B20).

"B20 bukan barang baru, waktu saya Menteri ESDM acting itu saya keluarkan Permennya. Tapi tidak ada yang percaya karena senang impor crude oil. Padahal kalau dilakukan bisa hemat impor crude oil 10 miliar dolar AS," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah