Luhut Kenang Sosok Rizal Ramli: Kerap Berdebat tapi Tetap Sahabat Karib
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membagikan kenangannya dengan sosok mantan Menko Maritim Rizal Ramli. Luhut mengaku sudah lama mengenal Rizal sejak menyelesaikan studi doktoral di Boston University, Amerika Serikat (AS).
Namun, perkenalan intensif baru terjadi sejak keduanya sama-sama menjadi anggota Kabinet Persatuan Nasional dalam pemerintahan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Saat itu, Rizal ditunjuk sebagai Menko Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) dan Luhut sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan.
Kemudian, Luhut dan Rizal kembali kembali dipertemukan tahun 2015 ketika Rizal mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo menjadi Menko Kemaritiman dan Sumber Daya.
"Kalau boleh jujur, saya dan Rizal memiliki karakter yang sama-sama terbuka. Karena itulah kami kerap berbeda pendapat dan berdebat kencang, tak jarang juga perdebatan itu dibumbui dengan kata-kata yang sedikit aneh," ujar Luhut dalam postingan Instagram @luhut.pandjaitan dikutip, Kamis (4/1/2024).
"Tetapi jika rapat sudah selesai, kami kembali lagi menjadi sahabat karib. Saya kira persahabatan yang baik memang harus seperti itu, meski ada perbedaan pendapat di tengah-tengah kita, tak perlu lah saling bermusuhan," tuturnya.
Ketika mendapat kabar duka tentang wafatnya Rizal Ramli, Luhut langsung menuju kediaman Rizal. Lalu, dia teringat pertemuan pada bulan September 2023 saat Rizal menghadiri acara ulang tahun ke-76.
"Setelah itu kami tak pernah bertemu lagi karena saya jatuh sakit dan harus menjalani perawatan dalam waktu yang cukup lama, dan Rizal pun ternyata juga mengalami sakit yang membuatnya tutup usia kemarin," katanya.
Terakhir, Luhut mengucapkan selamat jalan kepada sahabatnya tersebut dan dia bersaksi bahwa sosok Rizal merupakan orang yang hebat.
"Selamat jalan, sahabatku, Prof. Dr. Rizal Ramli, M.A. Saya bersaksi engkau adalah orang yang hebat, dan kami akan selalu merindukan keberanian dan konsistensi mu dalam memberikan masukan dan saran bagi pembangunan bangsa dan negara tercinta, Indonesia," ucapnya.
Editor: Aditya Pratama