Luhut: Kita Kekurangan Sarjana dan Diploma Teknik

Aditya Pratama ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 16:40 WIB
Luhut: Kita Kekurangan Sarjana dan Diploma Teknik

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di sektor industri logam akan meningkat seiring kebijakan hilirisasi minerba. Namun, Indonesia justru kekurangan SDM yang sesuai dengan bidang tersebut.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan mengatakan, kurangnya tenaga kerja lulusan sarjana dan diploma teknik menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan industri hilirisasi minerba. Pada 2025, Indonesia diproyeksikan membutuhkan 276.298 lulusan sarjana teknik dan 458.876 lulusan vokasi teknik.

"Sedangkan ketersediaan untuk S1 diproyeksi hanya berjumlah 27.721 dan D3 5.634 orang. Artinya akan ada kekurangan tenaga S1 Teknik sebesar 248.577 dan D3 Teknik 453.243 pada tahun 2025," kata Luhut, Rabu (3/6/2020).

Luhut menilai, kekurangan ini justru terjadi di tengah SDM yang melimpah. Berdasarkan data BPS tahun 2019, tenaga kerja Indonesia sebagian besar berpendidikan SD ke bawah 52,4 juta, diikuti SMA 23,1 juta, SMP 22,9 juta, sarjana 12,61 juta, dan diploma 3,6 juta.

Menurut Luhut, tantangan ini harus segera diselesaikan. Dia mengajak semua pihak fokus menyiapkan pengembangan SDM untuk kebutuhan industri secara terintegrasi. Koordinasi yang solid antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan instansi terkait sangat dibutuhkan.

"Mereka harus merumuskan kebijakan dan program pengembangan studi serta kurikulum pendidikan vokasi, khususnya terkait industri logam," katanya.

Purnawirawan jenderal TNI itu mengatakan, pengembangan SDM menjadi fokus Presiden Jokowi. Dia menilai, tenaga kerja yang berkualitas penting agar proses transfer teknologi dari investor asing berjalan dengan baik.

Editor : Rahmat Fiansyah