Maja Agung Latexindo (SURI) Listing Hari Ini, Tercatat di Papan Pengembangan
JAKARTA, iNews.id - PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Kamis (7/12/2023). Emiten produsen sarung tangan ini akan tercatat di Papan Pengembangan.
SURI menebar 1,26 miliar saham yang beredar kepada publik atau setara 20,00 persen dari total modal ditempatkan dan disetor. SURI mematok harga Rp170 per saham. Dengan begitu, Perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp215,36 miliar.
Berdasarkan informasi pencatatan perdana, kapitalisasi pasar SURI menembus Rp1,07 triliun, dengan jumlah investor yang masuk melalui initial public offering (IPO) mencapai 17.376 investor.
Direktur Utama Maja Agung Latexindo, Imelda Lin menargetkan dana IPO ini sebagian besar untuk mendukung belanja modal (capex).
Listing Perdana di Bursa, Saham Agro Bahari Nusantara (UDNG) Melesat 10 Persen
“Yang diproyeksikan dapat meningkatkan penjualan dan laba perseroan," ujar Imelda dalam keterangannya.
OJK Ungkap 1 Perusahaan Bakal Listing di Bursa Karbon
Alokasi capex sebesar 3,11 persen akan digunakan manajemen untuk pembangunan fasilitas pengolahan limbah, dan sekitar 1,53 persennya akan digunakan untuk pengembangan software penunjang operasional.
Dana hasil IPO sekitar 50,55 persen juga bakal digunakan untuk operational expenditure (opex), dengan rincian 9,61 persen untuk penambahan daya listrik di area pabrik, dan 40,49 persen untuk modal kerja.
“Dana dari hasil IPO sekitar 49,45 persen setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan sebagai capital expenditure (capex). Secara rinci, 20,26 persen untuk pengembangan bangunan gudang, pabrik, dan kantor. Lalu, 24,55 persen rencananya akan digunakan untuk penambahan dan remodifikasi mesin produksi yang dimiliki," tuturnya.
Imelda mencatat, besarnya potensi market alat kesehatan di Indonesia dan adanya pandemi yang kembali ramai mewabah di dunia akan dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan. Bahkan, perseroan berencana untuk menerapkan green economy serta menjadi salah satu pemain ekspor ke pasar Eropa.
“Setelah IPO ini, perusahaan tengah membidik beberapa negara Eropa sebagai tujuan ekspor berikutnya. Sehingga, menunjukan perusahaan merupakan produsen Alat Kesehatan (Alkes) yang penjualan terbesarnya adalah ekspor," ucapnya.
Editor: Aditya Pratama