Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sayap Pesawat Nyangkut di Rumah Warga Bogor gegara Puting Beliung, BMKG Buka Suara
Advertisement . Scroll to see content

Matahari Tutup 4 Gerai, Pastikan Tak Ada PHK Karyawan

Kamis, 23 September 2021 - 07:14:00 WIB
Matahari Tutup 4 Gerai, Pastikan Tak Ada PHK Karyawan
Matahari tutup 4 gerai, pastikan tak ada PHK karyawan. Foto: Antara
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) telah menutup empat gerainya hingga pertengahan bulan ini. Terbaru adalah satu gerai di Jalan Kapten Muslihat, Paledang, Bogor Tengah yang ditutup pada 16 September 2021, sedangkan sisa lainnya berlokasi di Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung.

Corporate Secretary and Legal Director Matahari Department Store Miranti Hadisusilo menegaskan, keempat gerai Matahari tersebut terpaksa ditutup bukan karena terdampak pandemi Covid-19, melainkan karena lokasinya secara bisnis belum memberikan keuntungan yang signifikan kepada perusahaan.

"Ini sejalan dengan rencana perseroan sebelumnya yang akan menutup gerai-gerai yang tidak perform. Tahun ini sudah tutup 4, Yogya, Jakarta, Bandung, dan Bogor masing-masing 1 gerai," kata Miranti kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (22/9/2021).

Dia menjelaskan, penutupan empat gerai tersebut sudah masuk dalam rencana penutupan 13 gerai Matahari sepanjang tahun ini. Kendati menutup sejumlah gerai, Miranti memastikan manajemen tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan. Menurutnya, karyawan yang bekerja di gerai yang ditutup akan dialihkan ke gerai Matahari terdekat.

"Karyawan kami alihkan ke gerai-gerai terdekat, tidak ada yang di-PHK," ujarnya.

Dalam dokumen keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan akan menerapkan strategi omnichannel, yakni dengan memaksimalkan strategi penjualan secara fisik dan daring. Matahari juga masih akan melakukan ekspansi gerai di Tanah Air.

"Beberapa gerai dapat diperbesar sesuai permintaan, sementara itu beberapa gerai perlu dirasionalisasi sehubungan preferensi pilihan saluran pelanggan untuk berbelanja. Namun secara keseluruhan, kami percaya bahwa keputusan ini harus diambil atas dasar kebutuhan pelanggan dan produktivitas," tutur manajemen.

Sementara itu, pada semester I tahun ini, LPPF berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp532,48 miliar, dari sebelumnya rugi Rp357,87 miliar. Perolehan laba bersih sejalan dengan naiknya pendapatan bersih perusahaan sebesar 58,44 persen menjadi Rp3,57 triliun dari sebelumnya Rp2,25 triliun. 

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut