McDonald’s Tutup Kantor Pusat di AS, Bersiap PHK Karyawan
JAKARTA, iNews.id - McDonald's Corp akan menutup kantor pusat di Amerika Serikat (AS) untuk sementara, pada minggu ini. Perusahaan bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan sebagai bagian restrukturisasi perusahaan yang lebih luas.
Dilansir dari The Wall Street Journal, dalam pengumuman melalui e-mail internal pada akhir pekan lalu, manajemen McDonald's telah menyampaikan kepada karyawan untuk bekerja dari rumah selama 3 hari, mulai dari Senin (3/4/2023) hingga Rabu (5/4/2023).
Dalam pesan internal tersebut, perusahaan juga meminta karyawan untuk membatalkan semua pertemuan langsung dengan vendor dan pihak luar lainnya di kantor pusatnya.
Disampaikan pula bahwa manajemen McDonald's akan membahas rencana pemangkasan karyawan di seluruh organisasi sepanjang minggu ini, dan memberikan informasi tentang hasilnya secara virtual kepada karyawan.
McDonald's Berencana Restrukturisasi Perusahaan dan PHK Karyawan
"Selama seminggu, mulai 3 April 2022, kami akan mengkomunikasikan keputusan kunci yang terkait dengan peran dan tingkat kepegawaian di seluruh organisasi," bunyi pengumuman internal manajemen McDonald's, seperti dikutip The Wall Street Journal, Minggu (2/4/2023).
Terkait dengan itu, karyawan tidak akan memiliki akses ke komputer selama seminggu dan harus memberikan informasi kontak pribadi kepada manajer mereka.
"Kami ingin memastikan kenyamanan dan kerahasiaan orang-orang kami selama periode pemberitahuan," kata perusahaan.
Rencana pemangkasan karyawan sesuai dengan pernyataan McDonald's pada bulan Januari 2022. Saat itu, manajemen menjelaskan berencana untuk membuat keputusan "sulit" tentang perubahan kepegawaian perusahaannya pada April 2023, sebagai bagian dari rencana strategis yang lebih luas untuk perusahaan tersebut.
Kepala Eksekutif McDonald’s, Chris Kempczinski, mengatakan perusahaan berusaha untuk menghemat pengeluaran dan melakukan penilaian tenaga kerja untuk mewujudkan target tersebut. Namun, dia tidak menjelaskan secara spesifik jumlah pengeluaran yang ingin dipangkas dan jumlah pekerjaan yang dipotong.
"Beberapa pekerjaan yang ada saat ini akan dipindahkan atau pekerjaan itu mungkin hilang," ujar Kempczinski.
Adapun berdasarkan data bulan Februari 2023, McDonald's mempekerjakan lebih dari 150.000 orang secara global dalam peran perusahaan dan restoran miliknya, dengan 70% di antaranya berlokasi di luar AS.
Editor: Jeanny Aipassa