Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Benarkan Nasi Dingin Lebih Rendah Kalori? Begini Kata Dokter
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Sorgum, Makanan Pokok Raja-raja di Zaman Dulu

Senin, 27 Mei 2024 - 05:56:00 WIB
Mengenal Sorgum, Makanan Pokok Raja-raja di Zaman Dulu
ilustrasi sorgum . (Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nasi merupakan salah satu makanan pokok yang dikonsumsi banyak orang. Namun, tahukah kamu bahwa di zaman dahulu makanan pokok yang dikonsumsi oleh para raja bukanlah nasi.

Adalah sorgum yang biasa dikonsumsi raja-raja di zaman dulu. Sorgum adalah tanaman serealia yang berasal dari Afrika Timur.

Tanaman ini cukup populer sebagai sumber pangan alternatif di Indonesia dan daerah tropis lainnya. Sorgum memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan berpotensi sebagai pengganti beras.

Biji sorgum berbentuk bulat, ukuran kecil, dan warna agak kecoklatan. Diketahui, sorgum merupakan makanan pokok raja-raja terdahulu sebelum popularitasnya tergantikan oleh beras.

Menurut John Hendra, Ketua Pokja Pangan Lokal Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA, sorgum memiliki sejarah panjang dan gemilang di Tanah Air. Sorgum telah menjadi makanan pokok di berbagai kerajaan Nusantara sejak abad ke-5.

Bukti arkeologi dan prasasti kuno, salah satunya di relief Candi Borobudur menunjukkan bahwa sorgum dibudidayakan dan diolah menjadi berbagai hidangan lezat untuk jamuan para raja dan bangsawan.

"Sorgum bukan hanya makanan biasa, ini adalah warisan budaya dan identitas bangsa," kata Hendra sebagaimana dikutip pada Senin (27/5/2024).

Selain karena rasanya yang gurih dan kandungan nutrisinya yang tinggi, ketahanannya terhadap kekeringan menjadikan sorgum primadona di masa lampau. Sorgum juga dapat diolah menjadi berbagai olahan yang lezat.

Sorgum bisa diolah menjadi sajian seperti wajik sorgum, tape sorgum, lontong sorgum, dan bubur sorgum. Tapi sayangnya, popularitas sorgum memudar tergeser oleh beras. Kini, sorgum terpinggirkan dan kurang populer.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut