Menko Airlangga Optimistis Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2 Persen di 2024, Ini Faktor Pendorongnya
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengutarakan optimistisnya akan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 dan 2024.
"Dalam jangka pendek kami optimis ekonomi RI di 2023 tumbuh di atas 5 lersen dan tahun 2024 tumbuh di 5,2 persen di tengah berbagai downside risk yang kita hadapi," ucap Airlangga dalam Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia di Jakarta, dikutip Selasa (16/12/2023).
Dia mengakui masih ada sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi. Di tahun 2023 misalnya, perkembangan ekonomi domestik tidak mudah.
"Harga komoditas masih tinggi, tensi geopolitik belum mereda, dan negara maju masih menghadapi bunga tinggi untuk masa yang lebih panjang (higher for longer)," tutur Airlangga.
Ganjar Optimistis UMKM Dorong Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen
Hal ini menurutnya bisa menekan aliran modal asing. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi China masih berada di bawah prakiraan, ketahanan pangan dan energi akibat perubahan iklim, terlebih ketahanan pangan yang menjadi tantangan berbagai negara termasuk Indonesia.
"Di sisi lain, fluktuasi energi sudah mulai melandai," katanya.
21 Program Sat-Set Ganjar-Mahfud yang Dorong Ekonomi Naik 7 Persen dan Buka 17 Juta Lapangan Kerja
Kendati demikian, World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5 persen hingga tahun 2026.
Mahfud MD Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 7 Persen
“Kita di atas rata-rata pertumbuhan baik negara maju maupun berkembang. Tingkat inflasi relatif terkendali, dan Indonesia adalah salah satu yang berhasil mengembalikan inflasi ke target sasaran," jelas Airlangga.
Rasio utang Indonesia juga di level aman di bawah 40 persen, yaitu di level 38 persen. Ini kalau dianalogikan, pertumbuhan ekonomi ke depan adalah pendakian gunung, karena tantangannya semakin berat.
Sri Mulyani Wanti-wanti Ekonomi 2024 Optimistis tapi Tetap Waspada, Apa Alasannya?
"Inflasi adalah hujan, karena kalau mendaki gunung dan kemudian hujan, jalan menjadi licin dan semakin berat. Oleh karena itu, oksigen tipis, maka kita perlu menyatukan langkah," ucap dia.
Dia mengatakan, capaian ini merupakan hasil arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bersama kolaborasi sinergis kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil.
“Ini dukungan dari seluruh masyarakat, dan kebijakan fiskal menjadi shock absorber yang responsif terhadap kebijakan perekonomian. Kebijakan moneter juga berperan strategis menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ungkapnya.
Selain itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa ada harapan untuk tetap optimistis menyongsong ekonomi di 2024.
"Ada situasi kalau suku bunganya tinggi dan bertahan agak lama, walau sekarang diskusinya 'lamanya berapa lama?'. Tadinya ada yang bilang 24 bulan, 18 bulan, sekarang lebih pendek lagi, bahkan ada harapan penurunan suku bunga di second half next year," kata Sri Mulyani
Dia mengatakan, ini memberikan harapan, muncul optimistis. "Karena ini menandakan shock terburuk dari kenaikan suku bunga sudah dilewati," kata Sri.
Editor: Puti Aini Yasmin