Menko Darmin Dorong Maskapai Domestik Garap Bisnis Bengkel Pesawat

Rully Ramli ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 17:00 WIB
Menko Darmin Dorong Maskapai Domestik Garap Bisnis Bengkel Pesawat

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution. (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berkomitmen menciptakan ekosistem industri penerbangan yang berkelanjutan. Maskapai domestik diminta menggarap bisnis maintenance, repair, and overhaul (MRO) alias bengkel pesawat.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, ceruk pasar penerbangan Tanah Air akan terus membesar. Seluruh potensi industri penerbangan harus dioptimalkan, termasuk bisnis MRO.

Saat ini, kata Darmin, bisnis MRO di Indonesia baru mampu melayani 30-35 persen pasar nasional. Sisanya digarap oleh MRO asing. Padahal, potensi bisnis MRO pada tahun 2020 diprediksi bisa mencapai Rp26 triliun.

"Kerja sama pengembangan MRO diperlukan untuk efisiensi industri penerbangan. Kita berharap industri ini bisa lebih kompetitif dan tumbuh berkembang. Tentunya dengan tetap mampu menyediakan penerbangan nasional yang terjangkau," katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Dia mengapresiasi kerja sama pengembangan MRO yang dilakukan Garuda Maintenance Facility (GMF) dengan Batam Aero Technic (BAT). Keduanya merupakan anak usaha Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group.

"Batam dipilih sebagai lokasi MRO karena dekat dengan Singapura yang merupakan negara di mana OEM (original equipment manufacturer) menempatkan suku cadang pesawat," ucapnya.

Selain itu, status Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) memungkinkan kemudahan berbisnis di samping insentif fiskal. Lokasi geografis Batam yang strategis juga berpotensi besar menjadi target pasar jasa MRO pesawat untuk negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan.


Editor : Rahmat Fiansyah