Menkop Teten Ungkap Kredit Perbankan ke UMKM Masih Rendah: Baru 21 Persen
JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) telah berkomitmen untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, hal ini penting supaya para UMKM bisa mengakses pembiayaan murah karena saat ini pembiayaan masih menjadi masalah utama.
Menurut Teten, saat ini tingkat kredit perbankan ke UMKM masih rendah. Bahkan, berdasarkan data yang disampaikan oleh Presiden Jokowi.
"Seperti yang disampaikan beberapa waktu lalu oleh pak Presiden bahwa kredit perbankan untuk UMKM masih kecil dibandingkan negara tetangga, kita baru 21 persen," kata Menkop Teten dalam Keynote Speaker di Anugerah CSR IDX Channel 2023, Rabu (13/12/2023).
Menkop Teten Sebut CSR jadi Intervensi Usaha Besar Gandeng UMKM
Adapun Teten membandingkan dengan Korea Selatan bahwa penyaluran kredit perbankan ke UMKM sudah di atas 80 persen, Jepang sudah di atas 60 persen dan China juga hampir sama.
"Ini tantangan bagi kita bagaimana mengembangkan umkm sehingga memberikan kemudahan akses pembiayaan," tutur dia.
Dengan demikian, kerja sama Kemenkop UKM dan Bursa Efek ini akan menghasilkan pelaku usaha atau UMKM yang IPO. Sehingga kita harapkan banyak alternatif pendanaan yang bisa diakses umkm tidak hanya lewat perbankan.
Kemenkop UKM juga berharap dari acara Anugerah CSR IDX Channel 2023 ini akan semakin banyak perusahaan yang mendukung dan mendampingi UMKM secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
"Selain itu juga kita tahu tren ekonomi yang berkelanjutan dapat menjadi fokus CSR untuk ke depannya," ucapTeten.
Editor: Puti Aini Yasmin