Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perdana Gunakan Mobil Dinas Maung MV3 Garuda, Airlangga: Baru Sebagian Menko 
Advertisement . Scroll to see content

Menperin Dorong Generasi Milenial Kembangkan Industri Digital Kreatif

Minggu, 02 Desember 2018 - 10:38:00 WIB
Menperin Dorong Generasi Milenial Kembangkan Industri Digital Kreatif
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berdialog dengan para pelaku industri kreatif di BCIC atau TohpaTI Denpasar, Bali. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

DENPASAR, iNews.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong generasi milenial mempersiapkan diri menghadapi Revolusi Industri 4.0. Agar bisa bersaing dalam era ini, anak muda perlu menguasai teknologi dan berinovasi.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, generasi milenial berperan penting dalam era Revolusi Industri 4.0. Apalagi, Indonesia akan menikmati masa bonus demografi hingga tahun 2030. Diperkirakan 130 juta jiwa penduduk berusia produktif dapat mengambil kesempatan baru untuk mengembangkan bisnis di era digital.

"Dari pengalaman negara lain seperti China, Jepang, Singapura dan Thailand, pertumbuhan ekonominya tinggi ketika mengalami bonus demografi. Indonesia perlu mengambil momentum masa keemasan tersebut dengan terus membangun semangat optimisme," kata Menperin dalam acara Creative Industries Movement di Bali Creative Center (BCIC) Denpasar, Bali, Sabtu (1/12/2018).

Di hadapan peserta yang terdiri atas mahasiswa dan pelaku industri kreatif, Menperin mengatakan, era industri 4.0 menjadi momen penting bagi Indonesia untuk memacu kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Kemenperin telah memfasilitasi anak muda melalui beberapa inkubator yang menumbuhkan dan mendorong para pelaku industri kreatif. Sampai saat ini, Kemenperin telah membangun gedung inkubasi bagi para pelaku usaha startup atau rintisan di beberapa kota di Indonesia, di antaranya Bali Creative Industry Center (BCIC), Bandung Techno Park, Incubator Business Center di Semarang, Makassar Technopark, dan Pusat Desain Ponsel di Batam.

Tempat-tempat ini diharapkan bisa menjadi inspirasi dan aspirasi untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha industri baru. BCIC atau TohpaTI Center misalnya, ditujukan untuk menjadi wadah yang produktif dalam mencetak SDM kreatif di bidang multimedia, animasi, kriya dan barang seni.Sejumlah alumni BCIC sudah menjadi pelaku industri kreatif yang andal di bidangnya seperti Studio 70.

Selain itu, ada beberapa pelaku industri kreatif yang mengangkat produk-produk Bali seperti gamelan Bali dan produk-produk kreatif yang sebelumnya tidak bisa mereka lakukan karena tidak punya fasilitas.

"Mereka semua modalnya talenta, modal pikiran, jadi yang lain disediakan oleh pemerintah. Karena itu, kami mengajak pegiat industri kreatif untuk memanfaatkan fasilitas di BCIC. Silakan manfaatkan pelatihan, co-working space, ataupun inkubator bisnis, tanpa perlu membayar," ucapnya.

Menperin menekankan, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci peningkatan produktivitas tenaga kerja. Karena itu, Kemenperin juga mendorong pihak swasta untuk membangun dan mengembangkan inkubasi startup era digital untuk melahirkan pengusaha-pengusaha muda nasional.

"Contohnya di di BSD Serpong disiapkan fasilitas oleh Apple Academy yang menjadi pusat startup dan inovasi pengembangan teknologi digital. Nah, kemarin kita juga bicara dengan Jack Ma, pendiri Ali Baba Group, agar juga membangun Jack Ma Institute of Entrepreneur di Indonesia. Jadi akan semakin banyak lagi center-center semacam ini," tuturnya.

Dia mengungkapkan, potensi ekonomi digital akan meningkatkan nilai tambah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 150 miliar dollar AS pada tahun 2025 dan bisa mencapai 200 hingga 250 miliar dollar AS pada 2030. Ini akan menjadi peluang bagi 17 juta tenaga kerja muda yang tidak buta terhadap teknologi digital.

"Inilah yang kami dorong agar ekonomi digital terus berkembang sehingga opportunity ini bisa ditangkap oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kita, bukan orang lain," ujarnya.

Pemerintah juga menargetkan menciptakan 1.000 technopreneur pada tahun 2020, dengan valuasi bisnis mencapai 100 miliar dollar AS dan total nilai e-commerce sebesar 130 miliar dollar AS. "Saat ini, Indonesia sudah punya empat unicorn dari tujuh startup yang besarnya lebih dari 1 miliar dollar AS. Semuanya tumbuh dalam tanda petik, bukan bagian dari konglomerasi. Jadi, ini justru yang menimbulkan entrepreneur-entrepreneur baru dan kuat," paparnya.

Sementara Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menambahkan, peningkatan produktivitas pada era ekonomi digital juga difokuskan pada kemudahan access to market sektor IKM. Karena itu, program e-smart IKM yang digagas oleh Kemenperin menjadi platform e-commerce untuk membangun sistem database IKM yang diintegrasikan melalui beberapa marketplace seperti bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Go-Jek Indonesia.

"Saat ini, sudah ada sebanyak 4.925 pelaku IKM yang turut menjual produknya lewat digital platform tersebut. Kementerian Perindustrian terus gencar mendorong para pelaku IKM untuk lebih meningkatkan produktivitas dan menembus pasar ekspor. Sebab, IKM yang kuat akan menopang perekonomian bangsa," ucapnya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut