Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 6.995 Barang Milik Penumpang Tertinggal di LRT Sepanjang 2025, Total Rp797 Juta
Advertisement . Scroll to see content

Menteri BUMN Minta LRT Jabodebek Lebih Baik dari LRT Palembang

Kamis, 30 Agustus 2018 - 18:24:00 WIB
Menteri BUMN Minta LRT Jabodebek Lebih Baik dari LRT Palembang
LRT Palembang. (Foto: Ant/Septianda Perdana)
Advertisement . Scroll to see content

PALEMBANG, iNews.id - Pemerintah meminta kontraktor dan operator pengelola kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) untuk belajar dari insiden mogoknya LRT Palembang.

"Saya tekankan bahwa LRT Jabodebek harus lebih baik dari Palembang," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno usai mengunjungi Depo LRT Palembang, Kamis (30/8/2018).

Sebagai informasi, proyek LRT Jabodebek dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan PT KAI (Persero) sebagai operator. Rini meminta kejadian yang di Palembang bisa menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi.

"Apalagi untuk LRT Jabodeabek nantinya lebih kompleks operasionalnya dengan teknologi yang juga lebih canggih," katanya.

Rini menggarisbawahi bahwa LRT ini memang baru pertama kali bagi Indonesia sehingga harus setiap waktu untuk belajar. Dengan begitu, menurutnya, mogoknya LRT Palembang beberapa waktu lalu merupakan hal yang wajar.

"Awalnya mula sedikit ketidaksempurnaan, namun sekarang sudah berjalan lancar," katanya.

Terkait LRT Palembang, Rini mengaku tetap bangga karena merupakan karya para insinyur dalam negeri dan sinergi antar-BUMN. Operator LRT Palembang adalah PT KAI sementara teknologi persinyalannya dikerjakan PT LEN Industri dan infrastrukturnya PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

"Kami dorong terus agar mereka terus belajar, termasuk studi banding ke negara lain," katanya.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi yang ikut dalam rombongan itu menilai sebagai sebuah layanan transportasi baru pertama kali di Indonesia, LRT Palembang sudah cukup baik.

Hanya saja, ada beberapa catatan seperti jarak antara jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan stasiun LRT terlalu jauh.

"Ada beberapa stasiun yang jauh dengan JPO seperti di stasiun Jakabaring LRT City dan akses dari JPO ke stasiun tak sediakan jalur untuk orang berkebutuhan khusus," kata Tulus.

Selain itu, tambah Tulus, saat di atas LRT yang melaju, terutama saat berbelok, suara gesekan rel terdengar agak keras ke kabin penumpang. Hal ini menimbulkan sedikit ketidaknyamanan bagi penumpang.

LRT Palembang yang diuji coba sebelum Asian Games 2018, tercatat sudah tiga kali mogok.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut