Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75% di Januari 2026
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) telah menyesuaikan suku bunga kredit karena Bank Indonesia (BI) cukup agresif menaikkan bunga acuannya. Pasalnya, sejak 2018 BI telah menaikkan suku bunganya sebanyak 150 basis poins menjadi 5,75 persen.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, penyesuaian suku bunga ini bukan hanya dilakukan di Indonesia saja melainkan di berbagai negara emerging market. Selain itu, pelaku pasar pun sudah dapat memprediksinya sehingga sudah menjadi hal yang dimaklumi.

Sebab, di tengah normalisasi kebijakan AS di mana suku bunga acuan bank sentral AS (Fed Funds Rate) mengalami tren naik membuat negara lainnya harus ikut mengerek suku bunga acuannya agar lebih menarik di mata investor.

"Kenaikan suku bunga tentu saja akan ada pengaruhnya. Sebenarnya ini normalisasi dari interest move rate in US dan sudah berjalan dan diekspektasi akan terus berlangsung," ujarnya di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Kendati demikian, penyesuaian ini dilakukan secara gradual karena BI menaikkan suku bunga acuannya secara bertahap. Pihaknya pun memperhitungkan kondisi pasar, risk adjusted return, dan pertumbuhan kredit.

"Jadi penyesuain kami, kami juga mungkin tidak langsung transmisikan kenaikan itu secara langsung," kata dia.

Adapun besaran penyesuaian suku bunga kredit berbeda-beda bergantung pada nasabah, produk, dan promosi yang ditawarkan. Misalnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) di kredit korporasi terdapat kenaikan 25 bps dan ada juga yang 75 bps.

"Yang penting lihat dari NIM (net interest margin/pendapan bunga bersih) kami. NIM kami cukup stabil," ucapnya.

BI menaikkan suku bunga acuannya secara bertahap pada Mei sebanyak 50 bps, Juni 50 bps, Agustus 25 bps, dan September 25 bps. Hal ini sebagai respons atas kenaikan Fed Funds Rate terhitung sejak 2018 sebanyak 3 kali dari 1,5 persen menjadi 2,25 persen.

Hal tersebut membuat aliran dana asing tertarik masuk ke AS dan meninggalkan negara-negara berkembang. Pasalnya, investor merasa suku bunga acuan AS lebih menarik ketimbang suku bunga acuan yang ditawarkan negara emerging market.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut