Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Danantara ungkap Merger BUMN Karya Batal Tahun Ini gegara Utang 
Advertisement . Scroll to see content

Merpati Airlines Dinyatakan Pailit Setelah 8 Tahun Tak Beroperasi, Pengamat: Terlalu Banyak Pertimbangan Politis

Kamis, 09 Juni 2022 - 14:44:00 WIB
Merpati Airlines Dinyatakan Pailit Setelah 8 Tahun Tak Beroperasi, Pengamat: Terlalu Banyak Pertimbangan Politis
Merpati Airlines dinyatakan pailit. Foto: Okezone
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) resmi dinyatakan pailit setelah 8 tahun tidak beroperasi. Putusan pailit itu ditetapkan oleh Pengadilan Niaga (PN) Surabaya pada 2 Juni 2022.

Seperti diketahui, Merpati Airlines berhenti beroperasi sejak tahun 2014 dan sertifikat pengoperasian atau Air Operator Certificate (AOC) telah dicabut di tahun 2015.

Menanggapi hal itu, Pengamat Penerbangan, Alvin Lie, mengatakan seharusnya putusan pailit terhadap Merpati Airlines ditetapkan setelah tak lagi beroperasi dan AOC-nya resmi dicabut.

"Saya menilai ini banyak pertimbangan politis ya, sebab kalau tahun 2014 itu de facto sudah berhenti beroperasi tapi kita juga ingat tahun 2014 itu tahun pemilu, sehingga ada kepentingan politik di sana," kata Alvin Lie, dalam program Market Review di IDX Channel, Kamis (9/6/2022).

Menurut dia,  proses pailit  sampai berlarut-larut karena status Merpati Airlines sebagai BUMN di mana untuk menghapuskan kekayaan negara memelukan proses yang panjang. 

"Prosesnya panjang, mulai dari Menteri Keuangan sebagai bendahara negara nanti juga harus ada persetujuan DPR dan birokrasi lainnya ini saya kira yang membuat proses ini sedemikian panjang," ungkap Alvin Lie.

Seharusnya menurut Alvin penjualan aset untuk menutup hutang ini sudah dilakukan sejak tahun 2014.

"Tidak hanya barang-barangnya pesawat dan lainnya nanti juga karena perusahaan yang pada saat itu saya yakin masih jalan misalnya seperti maintanance facilities, training facilities itu masih bisa dialihkan," pungkasnya.

Alvin tidak yakin setelah delapan tahun aset-aset yang dimiliki Merpati Airlines masih memiliki nilai jual yang tinggi.

"Sebagian barang tentunya sudah mungkin sudah rusak ya, kondisinya sudah tidak layak digunakan atau juga teknologinya sudah sangat tertinggal sehingga nilainya juga ini menyusut signifikan," ujar Alvin Lie.

Dia pun sangat menyayangkan sikap pemerintah yang tidak menunjukan kepekaan terhadap sesuatu yang mendesak.

"Inilah yang saya sayangkan, pemerintah ini tidak menunjukan adanya sense of urgency bahwa masalah ini harus cepat diselesaikan termasuk juga nasib pekerja Merpati," tutur Alvin Lie.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut