Minim Sosialisasi, Pencabutan Bagasi Gratis Lion Air Rugikan Konsumen

Antara ยท Senin, 07 Januari 2019 - 14:01 WIB
Minim Sosialisasi, Pencabutan Bagasi Gratis Lion Air Rugikan Konsumen

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis. (Foto: Ist)

KUPANG, iNews.id - Komisi V DPR RI berencana memanggil Kementerian Perhubungan bersama Lion Air Group untuk menjelaskan kebijakan maskapai tidak lagi menggratiskan bagasi cuma-cuma.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis menilai pencabutan layanan bagasi gratis oleh maskapai Lion air dan Wings Air dapat merugikan konsumen.

"Ini kan pencabutan yang merugikan masyarakat, sebab belum ada sosialisasi kepada masyarakat tetapi tiba-tiba langsung akan diterapkan oleh kedua maskapai ini," katanya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (7/1/2019).

BACA JUGA:

Bagasi Gratis Dicabut, Komisi V DPR Akan Panggil Lion Air dan Kemenhub

Menhub Isyaratkan Setuju Bagasi Cuma-Cuma Lion Air Tidak Lagi Gratis

Menurut dia, kurangnya sosialisasi kepada pengguna jasa angkutan udara bisa menimbulkan keresahan. Pasalnya, kebijakan itu baru diumumkan Kamis (3/1/2019) dan diberlakukan pada Selasa (8/1/2019) besok.

Artinya menurut dia, itu adalah rentang waktu yang sangat sempit untuk proses sosialisasi kepada seluruh pengguna jasa maskapai Wings Air dan Lion air.

Kendati demikian, Politikus Partai Gerindra itu mengakui kebijakan yang diambil oleh Lion Air Group memang tidak melanggar Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan. Namun, kata dia, ada beberapa prosedur yang mesti dilakui sesuai Pasal 22 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015.

"Sejumlah syarat dan tahapan itu seperti melakukan perubahan SOP pelayanan penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri sesuai dengan ketentuan pasal 63, PM 185 Tahun 2015 untuk mendapatkan persetujuan Direktur Jenderal Perhubungan Udara terlebih dahulu," kata dia.

Di samping itu, maskapai harus memastikan kesiapan SDM, personil dan peralatan yang menunjang perubahan ketentuan bagasi, sehingga tidak menimbulkan adanya antrean di area check-in counter, area kasir pembayaran bagasi tercatat, dan kemungkinan gangguan operasional dan ketertiban bandara lainnya yang dapat menimbulkan keterlambatan penerbangan.

"Penekanan lain adalah bahwa dalam setiap bagasi berbayar keamanan bagasi sudah mesti ditingkatkan pengawasannya. Tidak boleh ada lagi keluhan mengenai pembobolan atau pencurian bagasi pada maskapai tarif ekonomi yang beberapa waktu lalu hari marak diberitakan," ujarnya.


Editor : Rahmat Fiansyah